Sudah Bersahabat 40 Tahun, Ethiopia Buka Kedubes di Indonesia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2016 04:27 WIB
Sudah Bersahabat 40 Tahun, Ethiopia Buka Kedubes di Indonesia Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengimbau agar Ethiopia membuka kedutaan di Indonesia saat bertemu Menlu Ethiopia, Tedros Adhanom, di Addis Ababa tahun lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak hubungan diplomatik terjalin pada 1974, Ethiopia akhirnya akan membuka kantor kedutaan besarnya di Indonesia tahun ini.

"Nama duta besarnya sudah disebut. Kita tinggal tunggu dari parlemen. Sekarang ada tiga diplomat muda Ethiopia sedang mempersiapkan teknis pembukaan kedutaan," ujar Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri, Lasro Simbolon, setelah menghadiri seminar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (25/1).

Pembukaan kedubes Ethiopia ini sebenarnya sudah lama diwacanakan. Pasalnya, Indonesia sendiri saja sudah membangun KBRI di Addis Ababa sejak 1976.
Setelah melalui proses panjang, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, kembali mengangkat topik tersebut saat bertemu dengan Menlu Ethiopia, Tedros Adhanom, di Addis Ababa tahun lalu.


"Waktu itu Bu Menlu ke sana, keinginan itu (membuka kedubes di Indonesia) didorong lagi oleh Menlu. Disambut waktu itu ada pejabat tingkat tinggi dan dirjennya dikirim ke sini. Tahun ini akan buka," kata Lasro.

Menurut Lasro, pembukaan kedubes ini nantinya akan menjadi momen penting karena mempermudah hubungan diplomatik kedua negara.

Lasro lantas menjabarkan bahwa Ethiopia merupakan negara dengan potensi pasar yang besar. Selain penduduknya yang mencapai 90 juta jiwa, pertumbuhan perekonomian Ethiopia juga terus melesat hingga mendekati 10 persen dalam satu dekade belakangan.
Kini menurut Lasro, Indonesia sendiri sudah mendirikan dua perusahaan di Ethiopia.

"Mudah-mudahan menjadi kenyataan karena untuk membangun hubungan Indonesia dan Afrika, jika mereka ada di sini akan lebih mudah," ucap Lasro.

Posisi Ethiopia juga semakin penting mengingat negara ini merupakan ibukota Uni Afrika.

Menurut pengamat Afrika, Greg Mills, Afrika kini mulai menjadi incaran negara-negara besar, seperti China dan Amerika Serikat, karena pertumbuhan ekonominya yang pesat.

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga akan terus mendorong agar negara-negara Afrika lain yang belum memiliki kantor perwakilan di Jakarta untuk mendalami kemungkinan tersebut. (den)