Tony Abbott Terima Jam Tangan Mewah yang Dikira Palsu

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2016 11:40 WIB
Tony Abbott Terima Jam Tangan Mewah yang Dikira Palsu Sejumlah anggota parlemen Australia, termasuk mantan perdana menteri Tony Abbott, dilaporkan menerima jam tangan Rolex palsu dari pengusaha China. (Reuters/Andrew Taylor/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok anggota parlemen partai Liberal Australia, termasuk mantan perdana menteri dan pemimpin oposisi Tony Abbott, tengah disorot setelah dilaporkan menerima jam tangan mewah buatan desainer senilai US$250 ribu, atau sekitar Rp3,4 miliar dari miliarder China sekitar tiga tahun lalu. Mereka tadinya mengira jam mewah termasuk yang bermerek Rolex tersebut palsu karena diberikan di dalam kantong plastik.

Diberitakan The Guardian pada Rabu (10/2), jam tangan mewah tersebut merupakan hadiah dari miliarder mie instan, Li Ruipeng, kepala Group Investasi Li Guancheng Management kepada Abbot, Stuart Robert yang saat itu menjabat sebagai juru bicara bidang pertahanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dan Ian Macfarlene yang menjabat sebagai juru bicara bidang industri.
Jam mewah itu dibungkus oleh kantong plastik dan diberikan sebagai hadiah kepada mereka saat makan malam informal di Gedung Parlemen pada Juni 2013.

Terdapat juga hadiah jam tangan untuk istri Abbott, Margie, dan istri Robert, Chantelle, yang tidak hadir saat makan malam itu.


Selain jam tangan mewah, anggota parlemen dari Queensland, Rob Molhoek juga menerima gelang Cartier Ballon Bleu senilai US$23.400 (Rp318 juta) dari Guancheng pada 2013. Hadiah itu merupakan yang termahal yang pernah diterima oleh pejabat pemerintahan Perdana Menteri Campbell Newman tahun itu.

Kepada Herald Sun, Macferlene mengatakan ia menerima jam tangan Rolex, namun yang lain menerima pula jam dengan merek lain. Berasumsi bahwa Rolex yang dia terima palsu dan memperkirakan jam itu seharga US$300 (Rp4 juta) hingga US$500 (Rp6,8 juta), Macfarlene melaporkan pemberian hadiah tersebut kepada petugas dari DPR. Macfarlene dikabarkan menerima jam tersebut dan mengenakannya sesekali.
Setelah pemilihan umum federal pada September, Macfarlene membandingkan dengan jam Rolex yang dia terima dengan jam Rolex asli milik Ian Goodenough. Goodenough lah, berdasar laporan Herald Sun, yang memberi tahu Macfarlene bahwa jamnya asli.

Macfarlene lalu menakar harga arlojinya di toko jam di Sydney dan diberitahu bahwa arlojinya ternyata bernilai sekitar US$40 ribu (Rp544 juta), meski tidak semahal arloji yang diberikan kepada Abbott dan Margie Abbott.

Meskipun petugas DPR menyatakan Macfarlene berhak menyimpan arloji itu, dia kemudian mengembalikan arlojinya ke perusahaan Li Ruipeng, dan memerintahkan Tony Nutt, pejabat dari Partai Liberal untuk mengumpulkan arloji yang sudah diberikan untuk dikembalikan.

Juru bicara untuk Abbott mengonfirmasi kepada Guardian Australia bahwa Abbott dan istrinya juga menerima dua jam tangan yang diberikan kepada mereka. Juru bicara itu memaparkan bahwa Abbott juga memperkirakan jam tangan itu palsu dan tidak menganggapnya sebagai hadiah yang mewah karena jam itu terbungkus plastik.
Robert dan Abbott pun kemudian mengembalikan jam tangan tersebut.

"Jam itu diberikan terbungkus kantong plastik, seperti yang telah dilaporkan, dan saya pikir semua orang memiliki pandangan yang sama," katanya.

Ditanya oleh Guardian Australia apakah Robert, seperti Macfarlane, berasumsi sejak awal bahwa arloji itu palsu, juru bicara Robert menolak untuk berkomentar dan menegaskan bahwa arloji itu telah dikembalikan.

Pada Agustus 2014, Robert yang saat itu menjadi asisten menteri pertahanan, sempat bertandang ke Beijing dalam perjalanan "pribadi" bersama dengan teman dan pendonor Partai Liberal, Paul Marks untuk merayakan kesepakatan pertambangan. Robert mendapat tekanan politik karena perjalanannya itu dinilai melanggar kode etik kementerian, dan tengah berupaya untuk mempertahankan posisinya. (stu)