RUU yang diserahkan ke parlemen pada Rabu (10/2) ini akan mengatur skema lisensi dan izin secara nasional untuk memasok ganja bagi keperluan medis pasien dengan kondisi kronis dalam uji klinis.
Akibatnya, para produsen, peneliti dan pasien uji klinis di Australia terpaksa mengakses pasokan ganja untuk obat-obatan yang legal dari luar negeri. Namun, biaya yang besar, persediaan yang terbatas dan hambatan ekspor mempersulit hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parlemen Australia akan memutuskan pada akhir Maret, apakah akan menurunkan kriteria soal perizinan penggunaan ganja untuk tujuan medis.
Jika Australia memutuskan untuk mengatur penggunaan ganja untuk obat sama halnya dengan opium, maka pasien yang menderita penyakit kronis dapat menerima resep obat yang mengandung ganja.
"Pasar untuk ganja obat di Australia sangat penting. Jumlah pasien yang dapat ditargetkan merupakan pasien epilepsi, multiple sclerosis, dan juga para penderita penyakit kronis," kata Gaelan Bloomfield, manajer MMJ Phytotech Ltd. (ama/stu)