Bourhan Hraichie, napi berusia 18 tahun didakwa karena menyebabkan luka berat dan dengan sengaja mencekik napi satu selnya dalam insiden di penjara Kempsey yang memiliki tingkat keamanan menengah, terletak di sebelah utara Sydney pekan lalu.
Dia dilaporkan menyerang teman satu selnya menggunakan silet untuk mengukir huruf "E4E" di kepalanya, mengacu kepada slogan "mata dibalas mata," salah satu slogan populer kelompok militan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pemasyarakatan New South Wales, David Elliott, mengaku geram atas serangan itu.
"Saya akan meminta inspektur Pengawas Penjara untuk melakukan penyelidikan penuh dan menyeluruh terhadap manajemen tahanan radikal dalam sistem, termasuk serangan itu," katanya.
Kementerian Pemasyarakatan merupakan kementerian yang mengurusi pengelolaan tahanan dan pelanggar masa tahanan. Sementara, urusan administrasi sistem pengadilan dan denda ditangani oleh Kementerian Kehakiman.
"Apa yang kita hadapi bukan masalah sistemik," katanya kepada Sydney Daily Telegraph.
"Ya, kami memiliki berbagai narapidana yang jelas beresiko radikal, tapi kami juga memiliki strategi yang kuat," ujarnya.
Steve McMahon, juru bicara untuk Asosiasi Sektor Publik, yang mewakili penjaga penjara menyatakan bahwa Hraichie seharusnya dipenjara terpisah dari napi lainnya.
Hraichie kini dipindahkan ke sebuah penjara dengan keamanan tingkat tinggi. Dia akan diadili pada Mei. Hraichie dilaporkan mendekam dalam tahanan bukan karena pelanggaran hukum yang berhubungan dengan terorisme.
Canberra semakin khawatir soal pertumbuhan ekstremisme di dalam negeri. Status ancaman teror di negara ini tetap berada pada level tertinggi sejak September 2014.
Australia mengaku telah melakukan serangkaian serangan kontraterorisme di beberapa kota selama 18 bulan terakhir. (ama/stu)