Dikutip Telegraph, Selasa (12/4), pagar ini akan dibangun di Terusan Brenner yang merupakan jalur transportasi penting yang menghubungkan Eropa selatan dan utara sejak zaman kekaisaran Romawi. Terusan Brenner juga menjadi simbol persatuan Eropa di atas prinsip perjalanan bebas visa Schengen.
Pagar yang disebut "sistem manajemen perbatasan" itu akan memberikan otoritas Austria kemampuan lebih baik dalam mengendalikan jumlah kendaraan dan penumpang yang melalui Brenner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada spekulasi, jalur Italia juga akan digunakan oleh pengungsi Suriah, Irak dan Afghanistan setelah rute dari Turki menuju Yunani ditutup beberapa pekan ini.
Diperkirakan pagar anti-pengungsi yang dibangun Austria akan rampung pada akhir Mei. Pengetatan perbatasan akan dimulai paling lambat 1 Juli, seperti disampaikan Hans Peter Doskozil, menter pertahanan Austria.
Sekitar 90 ribu pengungsi dan imigran pencari suaka membanjiri Austria tahun lalu, namun pemerintah Wina ingin mengurangi jumlahnya pada tahun ini. Austria telah menetapkan kuota para pencari suaka hanya berjumlah 37.500 orang.
Sekitar dua juta truk melalui Brenner setiap tahunnya. Pembatasan di jalanan ini berarti akan membuat perjalanan lebih lama tertunda dan meningkatkan ongkos distribusi.
Keputusan Austria membangun pagar di perbatasan memicu kemarahan pemerintah Italia. "Pembangunan pembatas di Terusan Brenner adalah kesalahan besar yang melanggar peraturan Eropa," kata Sandro Gozzi, menteri negara urusan Eropa.
Cuaca yang mulai membaik dan kondisi gelombang laut yang tenang diperkirakan akan memicu lebih banyak lagi imigran yang menuju Italia. (stu)