Filipina memulai perundingan dengan kelompok komunis Front Demokratis Nasional pada 1986 demi mengakhiri salah satu pemberontakan terpanjang di dunia—selama 50 tahun, yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu oranng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dureza mengatakan kedua belah pihak sangat optimis perundingan akan sukses setelah Duterte menjanjikan posisi penting bagi perwakilan pemberontak komunis itu di dalam kabinetnya.
Digagas oleh Norwegia, perundingan damai antara keduanya mandek empat tahun lalu, ketika Presiden Benogno Aquino menolak untuk membebaskan tahanan politik.
Lebih dari 500 orang tahanan politik ditahan, termasuk 19 orang tim negosiasi dari pemberontak.
Dalam kampanyenya, Duterte berjanji akan mengakhiri semua pemberontakan di Filipna, termasuk pertikaian dengan kelompok pemberontak Islam yang telah menewaskan 120 ribu orang dalam 47 tahun terakhir. (stu)