Sekte Satmar, seperti dilansir the Independent pada Selasa (23/8), memperingatkan bahwa pendidikan universitas "berbahaya" bagi perempuan.
Pada dekrit yang ditulis dalam bahasa Yiddish (bahasa Jerman-Ibrani), Satmar menyatakan, "Belakangan ini sudah menjadi tren anak gadis dan perempuan yang sudah menikah mengejar gelar dalam pendidikan khusus. Beberapa menghadiri kelas dan yang lain secara daring. Dan karenanya, kami ingin memberi tahu orangtua mereka bahwa itu melawan Torah."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penganut Yahudi ultra-Ortodoks mengikuti ajaran tradisional Yudaisme yang membatasi interaksi dengan dunia modern dan sekuler. Para prianya memakai topi panjang dan jas panjang berwarna hitam, sedang kaum perempuan yang sudah menikah berpakaian sederhana dan mengenakan penutup kepala.
Sebuah organisasi Yahudi di Inggris memperkirakan terdapat sekitar 30 ribu orang penganut Yahudi ultra-Ortodoks yang tinggal di Inggris, dan Satmar merupakan sekte yang terbesar.
Tahun lalu, kelompok ultra-Ortodoks di London utara melarang perempuan menyetir, karena dinilai tidak sopan.
Larangan oleh Satmar ini sendiri mendapat respons dari komunitas Yahudi, seperti Sharon Weiss-Greenberg, direktur eksekutif Aliansi Faminis Yahudi Ortodoks.
"Komunitas Satmar memilih untuk hidup dalam isolasi….Ada banyak probabilitas faktornya, namun, tetap saja, hasilnya merusak. Karena orang-orang dari komunitas serupa tidak diberikan pendidikan dasar, mereka tidak bisa mengejar pendidikan yang lebih tinggi juga karir," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa larangan serupa akan "memaksa" orang-orang untuk tetap bersama komunitasnya. (stu)