Di awal masa jabatan Trump sebagai presiden, Trump menyatakan akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Sebelumnya, semasa kampanye, ia bahkan mengaku sebagai "sahabat sejati" Israel dan berjanji akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara tersebut.
Langkah pemindahan kedubes seperti itu tidak pernah diambil oleh pemerintahan sebelumnya, meskipun Washington merupakan sekutu terdekat Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari semua itu, Wakil Presiden AS Mike Pence menegaskan pemerintahan Trump tetap berkomitmen akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Hal itu disampaikan dalam pidato menghormati hari Kemerdekaan Israel, Selasa, sebagaimana dilaporkan CNN.
Ia mengatakan Trump memberikan "pertimbangan serius" untuk merelokasi kedutaan besarnya.
Jika AS betul-betul memindahkan kantor perwakilannya ke Yerusalem, langkah ini menandakan bahwa Washington secara efektif mengakui wilayah itu sebagai ibu kota Israel. Langkah ini bertolak belakang dengan konsensus sebagian besar komunitas internasional yang tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Selama ini status Yerusalem menjadi salah satu penyulut konflik yang membuat api antara Israel-Palestina terus menyala. Palestina menganggap kota tersebut sebagai ibu kota negaranya di masa depan.
Mahmoud Abbas pun menyatakan langkah tersebut bisa menghancurkan kemungkinan pembicaraan damai--hal yang diinginkan oleh pemerintahan Trump untuk dimulai kembali.
Bukan Wacana Baru
Usulan pemindahan kedubes AS ke Yerusalem ini ternyata bukan wacana baru yang muncul di era Trump. Bahkan usulan ini awalnya bukan digagas oleh eksekutif AS.
Pada 1995, Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan Gedung Putih memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem.
Wacana pemindahan Kedubes AS Menuai kecaman. (REUTERS/Ammar Awad) |
Meski telah disepakati Kongres, sejak 1995, setiap presiden seperti Bill Clinton, George W Bush, hingga Barack Obama menolak keputusan itu dengan dalil kepentingan dan keamanan nasional.
Keputusan Kongres ini setiap enam bulan sekali akan ditinjau ulang. Trump mesti memutuskan di akhir bulan ini, apakah akan menandatangani surat pengabaian untuk kembali mencegah pemindahan kedutaan selama enam bulan.
Surat pengabaian terakhir yang ditandatangani Presiden Barack Obama kedaluwarsa pada 1 Juni ini, berdekatan dengan waktu yang mungkin dipilih Trump untuk mengunjungi Israel.
Pada Juli 1980, Israel secara sepihak mengeluarkan peraturan yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota kesatuan negaranya. Saat itu, sejumlah negara seperti Belanda dan Costa Rica masih menempatkan kantor kedubes mereka di Yerusalem.
Lihat juga:Semarak Peringatan Hari Kemerdekaan Israel |
Tinggalkan Yerusalem
Semenjak itu, seluruh negara berbondong-bondong memindahkan kantor kedutaannya ke Tel Aviv. Costa Rica dan El Salvador menjadi negara terakhir yang memindahkan kedubesnya dari Yerusalem pada 2006 silam.
Sekitar 86 kantor kedutaan besar negara asing di Israel bertempatkan di Tel Aviv, meskipun sejumlah kantor konsulat asing seperti AS, Inggris dan Perancis masih berlokasi di Yerusalem.
Namun, konsulat Inggris dan Perancis memang sengaja ditempatkan di Yerusalem bagian timur sebagai kantor perwakilan negaranya untuk Palestina.
Tanah itu disewakan Israel seharga US$1 per tahun dengan panjang kontrak 99 tahun lamanya, meski hingga hari ini sebidang tanah itu masih kosong.
Donald Trump menentang pembangunan permukiman Israel. (REUTERS/Jim Lo Scalzo/Pool) |
Saat pertempuran berakhir, kesepakatan perbatasan gencatan senjata tahun 1949 menjadikan Israel menguasai bagian barat Yerusalem sementara Jordania menduduki wilayah timur Yerusalem, termasuk Kota Tua yang terkenal.
Namun, Palestina dan komunitas internasional tidak mengakui klaim Israel itu dengan tetap menganggap bagian timur Yerusalem sebagai wilayah Palestina.
Wacana pemindahan Kedubes AS Menuai kecaman. (REUTERS/Ammar Awad)
Donald Trump menentang pembangunan permukiman Israel. (REUTERS/Jim Lo Scalzo/Pool)