"Kebijakan luar negeri AS adalah mendorong keterlibatan langsung, kuat, dan bermakna bagi dunia berdasarkan kepentingan keamanan vital bersama antara AS dan negara sekutu di seluruh penjuru dunia," ungkap Trump dalam pidato perdananya di Kongres sejak resmi dilantik pada 20 Januari lalu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, semasa kampanye, politikus Partai Republik itu kerap mengkritik dan menilai negara-negara sekutu, termasuk NATO, telah banyak merugikan Amerika.
Trump bahkan sempat mengancam akan mengabaikan organisasi pertahanan berusia puluhan tahun itu ketika dirinya terpilih sebagai presiden. Trump menilai bahwa Washington akan membela anggota NATO lainnya, hanya jika mereka telah "memenuhi kewajiban mereka kepada kami."
Tak lama usai memenangi pemilu Novemer lalu, Trump bahkan menyebut NATO sudah ketinggalan zaman lantaran tidak bisa melindungi anggotanya yang belakangan diterpa dengan aksi terorisme seperti Jerman dan Perancis.
Komitmen Trump ini juga ditunjukannya dengan mengirimkan sejumlah anggota kabinet senior Trump seperti Menteri Pertahanan James Mattis dan Wakil Presiden Mike Pence ke beberapa negara di Eropa dan Asia Pasifik seperti Brussels, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan.
(aal)