Theresa May Tolak Mundur, Colek Sekutu di Irlandia Utara

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 09/06/2017 20:04 WIB
Theresa May Tolak Mundur, Colek Sekutu di Irlandia Utara PM Theresa May bertekad melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri Inggris. (REUTERS/Stefan Wermuth)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Theresa May menyatakan akan membentuk pemerintah baru bersama Partai Uni Demokrat Irlandia Utara (DUP) untuk mencapai kepastian politik dan memimpin Inggris dalam pembicaraan dengan Uni Eropa dalam rangka memastikan kesepakatan Brexit yang sukses.

May telah meminta persetujuan Ratu Elizabeth untuk membentuk pemerintahan baru, menyusul kegagalan pemilu di mana partai Konservatif yang ia pimpin kehilangan mayoritas kursi parlemen, Jumat (9/6). Kejutan ini terjadi hanya selang beberapa hari sebelum pembicaraan dengan UE dimulai.

Di halaman rumah dinasnya di Downing Street, May menyatakan bisa mengandalkan dukungan "teman-teman" di Partai Uni Demokrat Irlandia Utara setelah partainya gagal memenangkan mayoritas.
"Kami akan terus bekerja dengan teman-teman dan sekutu kami, terutama di Partai Uni Demokrat," kata May.


"Kedua partai telah menjalani hubungan yang kuat selama beberapa tahun ini dan itu membuat saya percaya diri akan bisa bekerja sama demi kepentingan Kerajaan Inggris."
PM May Tolak Mundur, Colek Sekutu Irlandia UtaraJika gagal membentuk pemerintahan baru, Theresa May mesti mengundurkan diri. (CNN Indonesia/Fajrian)
DUP--yang dengan tegas mempertahankan Irlandia Utara agar tetap bersatu dengan Inggris dan mengambil sikap konservatif pada isu-isu sosial, dalam pemilu kali ini mendapatkan tambahan dukungan sehingga memperoleh 10 kursi di parlemen.

"Kami akan memenuhi janji Brexit bersama dan selama lima tahun ke depan membangun negara di yang tidak meninggalkan siapapun atau komunitas manapun," kata May.
"Ini memungkinkan kita untuk bersatu sebagai negara dan menyalurkan energi ke arah kesepakatan sukses Brexit yang dapat diterima semua orang di negara ini, memastikan kemitraan baru dengan Uni Eropa dan menjamin kesejahteraan jangka panjang kita semua."

Sebelumnya, DUP menyatakan tidak akan mengomentari laporan yang menyebut partai itu sudah sepakat untuk mendukung Partai Konservatif May.

Sejumlah analis politik yang dikutip Reuters meragukan pemerintahan minoritas Konservatif dengan dukungan dari DUP bisa bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, pemilu kedua kemungkinan akan digelar.