Leica Rilis Iklan Bertema Tiananmen, China Berang

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 12:57 WIB
Leica Rilis Iklan Bertema Tiananmen, China Berang Foto legendaris seorang pria di depan tank dalam aksi demo Tiananmen 1989. (REUTERS/Arthur Tsang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Leica, pembuat kamera asal Jerman, belum lama ini merilis iklan yang mendapat kecaman di China. Iklan tersebut bertema peristiwa demonstrasi Tiananmen 1989, sejarah yang masih dirasa tabu untuk dibicarakan di Negara Panda.

Iklan berupa film pendek yang dirilis pada minggu ini itu berkisah mengenai fotografer dengan kamera Leica yang mengabadikan momen di medan konflik. Salah satu foto yang ia berhasil abadikan ialah foto seorang pria di depan tank saat demonstrasi Tiananmen.

Di akhir iklan ada tulisan untuk mengenang seluruh fotografer yang berada dalam zona konflik.


"Film ini didedikasikan untuk mereka yang telah meminjamkan matanya agar kita bisa melihat."

Hingga saat ini demonstrasi Tiananmen 1989 tak banyak dibicarakan di China, karena ada banyak versi dalam peristiwa berdarah tersebut.

Disebutkan bahwa ribuan orang tewas dalam aksi demo pro-demokrasi antara sipil dan militer itu.

Iklan Leica muncul di tahun yang sama dengan peringatan 30 tahun demonstrasi Tiananmen 1989 pada awal Juni mendatang.

Sejak dirilis pada 18 April 2019 netizen China mengkritik iklan Leica di media sosialnya.

Juru bicara perusahaan mengatakan kepada South China Morning Post bahwa agensi iklan asal Brasil F/Nazca Saatchi Saatchi memproduksi iklan tersebut.

Dikatakannya, Leica menyesali kesalahpahaman yang muncul atas iklan tersebut.

AFP belum mendapat keterangan lebih lanjut dari Leica atas kasus ini.

Cukup sulit untuk menemukan video iklan ini serta diskusi yang dilakukan netizen di China, karena pemerintahnya melakukan sensor ketat terhadap kasus ini.

Namun akun Leica di media sosial terbesar di China, Weibo, tetap beroperasi dan kata 'leica' masih bisa ditemukan.

Leica bukan satu-satunya perusahaan dari luar China yang pernah bersinggungan dengan isu sensitif di negara ini.

Tahun lalu, Mercedes-Benz meminta maaf "karena telah melukai hati penduduk China" setelah menulis ulang perkataan Dalai Lama untuk satu unggahan foto di Instagram-nya.

Perusahaan fesyen Dolce & Gabbana juga mendapat kecaman setelah iklannya mengenai model cantik makan dengan sumpit dinilai merendahkan tradisi China.

Lalu pemerintah China juga pernah melarang pengoperasian situs milik jaringan hotel Marriott karena menulis Taiwan, Tibet, dan Hong Kong sebagai negara terpisah yang membuat Beijing marah.

Marriot langsung meminta maaf dan mengubah tulisan dalam situsnya.

[Gambas:Youtube]
(ard)