Maskapai Meksiko Janji Pulangkan Imigran Hanya dengan US$1

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 11:37 WIB
Maskapai Meksiko Janji Pulangkan Imigran Hanya dengan US$1 Ilustrasi imigran di perbatasan Meksiko. (REUTERS/Edgard Garrido)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah maskapai asal Meksiko, Volaris, menggelar program penerbangan murah bagi para imigran yang akan kembali ke negara masing-masing karena gagal masuk ke Amerika Serikat. Mereka menawarkan para pendatang dari El Salvador, Guatemala dan Kosta Rika hanya perlu membayar tiket pesawat sebesar US$1 dan bisa kembali ke kampung halaman mereka.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/6), program yang digagas maskapai Volaris bernama Kumpul Keluarga dimaksudkan untuk membantu proses pemulangan para pendatang yang tidak bisa menyeberang ke Amerika Serikat dan terlunta-lunta di Meksiko. Program itu dimulai pada Kamis pekan lalu dan hanya akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang.
Volaris menyatakan penawaran itu berlaku khusus bagi pendatang yang hendak kembali ke negara asal melalui bandara Tijuana, Ciudad Juarez, Guadalajara dan Mexico City.

Karena biaya penerbangan yang sangat murah, Volaris menetapkan syarat para imigran itu harus mau duduk di kursi yang tersisa dalam setiap penerbangan. Untuk mengikuti program itu, para pendatang dewasa harus memperlihatkan dokumen kependudukan, sedangkan bagi anak-anak cukup memberikan sertifikat lahir.


Gelombang pengungsi dari negara-negara di kawasan Amerika Tengah berdatangan ke Meksiko dengan harapan mereka bisa menghindari kekerasan dan krisis ekonomi di negara asal, serta mendapatkan kehidupan baru di Amerika Serikat. Namun, Presiden AS, Donald Trump, memilih bersikap keras dalam kebijakan imigrasi terkait para pendatang dengan mengetatkan pos perbatasan.
Trump juga menggencarkan razia pendatang gelap di perbatasan dan sejumlah negara bagian.

Di sisi lain, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, memilih bersikap lunak terhadap para pendatang yang hendak menyeberang ke AS. Namun, Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor bagi setiap produk dari Meksiko.

Hal itu dilakukan Trump untuk menekan Obrador supaya bersikap tegas terhadap para pendatang. Meksiko akhirnya sepakat memperketat pengawasan di sepanjang perbatasan mereka dengan AS, dan gencar menangkap serta mendeportasi imigran gelap.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)