Mantan PM Sudan Sadiq al-Mahdi Meninggal karena Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 17:00 WIB
Mantan Perdana Menteri Sudan dan tokoh oposisi Sadiq al-Mahdi meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, Kamis (26/11). Mantan Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi. (AFP/YASUYOSHI CHIBA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Perdana Menteri Sudan dan tokoh oposisi Sadiq al-Mahdi meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, Kamis (26/11).

Pemimpin Partai Umma Nasional itu mengembuskan napas terakhir di usia 84 tahun.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Partai Umma Nasional. 


"Kami menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Sudan atas kematiannya," kata partai itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP.

Mahdi dipindahkan ke Uni Emirat Arab tiga pekan lalu untuk menjalani perawatan setelah dirawat di rumah sakit di Sudan dan dinyatakan positif Covid-19.

Pemerintah mengumumkan berkabung nasional selama tiga hari.

Hingga kini Sudan telah mencatat hampir 17.000 kasus virus corona dan lebih dari 1.200 kematian.

Almarhum merupakan perdana menteri terakhir yang terpilih secara demokratis di Sudan pada 1986.

Mahdi kemudian digulingkan pada tahun 1989 oleh Presiden Omar al-Bashir dalam kudeta militer.

Dia adalah tokoh oposisi yang gigih selama pemerintahan dan mendukung gerakan protes massal hingga akhirnya mendorong militer untuk menggulingkan Presiden Bashir tahun lalu.

Sejak penggulingannya, Bashir telah dipenjara di Kober dengan keamanan tinggi di Khartoum, dan dinyatakan bersalah karena korupsi pada Desember lalu.

Dia saat ini diadili di Khartoum karena perannya dalam kudeta tahun 1989 yang membawanya ke tampuk kekuasaan dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah menuduhnya atas tuduhan kejahatan perang dalam perang Darfur yang dimulai pada 2003.

Jika terbukti bersalah, Bashir dan rekan-rekannya, termasuk mantan pejabat tinggi bisa menghadapi hukuman mati.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK