Kasus Ruislag Hutan

Annas Maamun Kembali Diperiksa sebagai Tersangka

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Jumat, 19/12/2014 13:02 WIB
Annas Maamun Kembali Diperiksa sebagai Tersangka Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun saat ditetapkan tersangka dugaan penerima suap terkait alih fungsi hutan, Jakarta, Jumat (26/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Jumat (19/12). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membutuhkan bukti lain untuk mengirimkan berkas penahanan tersangka suap alih fungsi hutan tersebut ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberintaan dan Publikasi Priharsa Nugraha, Jumat (19/12).

Kakek berusia 74 tahun tersebut disangka menerima suap senilai Rp 2 miliar dari pengusaha sawit sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung.

KPK sebelumnya menetapkan Annas dan Gulat sebagai tersangka setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kompleks Grand Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/9). Berbeda dengan Annas, Gulat telah menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/12).


Gulat memiliki perkebunan lahan di Kabupaten Kuantan Singingi seluas 1.188 hektare dan Bagan Sinembah di Kabupaten Rokan Hilir seluas 1.214 hektare. Suap diberikan sebagai jalan untuk mempermulus perubahan status lahan tersebut yang merupakan Hutan Tanaman Industri (HTI) menjadi lahan areal penggunaan lain (APL).

Merujuk UU Kehutanan, kawasan HTI digunakan untuk tanaman industri. Sementara tanaman sawit, tidak boleh ditanam di areal HTI. Namun, sawit dapat ditanam di lahan berstatus APL. Izin ubah status direkomendasikan oleh Kepala Daerah.

Atas tindak pidana tersebut, Annas disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman pidama untuk Annas yakni 20 tahun penjara.