"Kita butuh Kapolri yang bersih dan bisa menegakkan hukum untuk mencapai keadilan. Ukurannya jangan mengamankan kekuasaan agar tak jatuh, tapi dedikasi pada bangsa dan negara," kata pakar kepolisian yang juga dosen pascasarjana di Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar, kepada CNN Indonesia, Senin (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Jokowi mengajukan Budi Gunawan dinilai Bambang terburu-buru. Bambang menduga ada kepentingan nepotisme partai di belakangnya. Tujuannya demi melanggengkan kekuasaan lama. Budi dikenal sebagai orang dekat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia merupakan ajudan Mega periode 2001-2005.
"Dugaan saya, kalau minta saran KPK dan PPATK, orang yang dimaui Presiden itu bisa kena rapor merah," ujar Bambang.
Sebelumnya, PPATK telah mengonfirmasi adanya temuan indikasi tak wajar dalam rekening Komjen Budi Gunawan. Laporan tersebut telah diserahkan kepada penyidik internal kepolisian untuk ditindaklanjuti. Namun Polri menyebut tak ada yang tak wajar dalam rekening Budi karena itu berasal dari hasil bisnis dia.