Menurut Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan, Jokowi lah yang mengundang mereka untuk berdiskusi dan minta pertimbangan mengenai beberapa hal. “Bukan hanya soal calon Kapolri, tapi juga berkenaan dengan kebijakan Kepolisian,” kata dia di Kantor Presiden, Jakarta, sebelum menemui Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Gunawan akan menjalani uji kepatutan pekan depan di hadapan Komisi III Bidang Hukum DPR yang merupakan mitra kerja Polri. Pencalonan Budi dikritik banyak pihak karena tidak melibatkan KPK dan PPATK, padahal dia diduga memiliki rekening gendut.
“Pak Yusuf mengakui adanya indikasi tak wajar dalam rekening Budi Gunawan,” kata peneliti hukum ICW Aradila Caesar kepada CNN Indonesia.
Temuan tersebut telah dilaporkan PPATK kepada Kepolisian, KPK, dan Kejaksaan Agung sebagai pihak yang berwenang untuk mengklarifikasi dan menindaklanjutinya. Polri kemudian melakukan penelusuran internal yang berujung pada kesimpulan bahwa rekening Budi Gunawan adalah wajar dan merupakan hasil bisnis dia. (agk)