Beberapa negara sahabat, selain Brasil, dikabarkan mengecam proses eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Indonesia. Belanda pun mengikuti tindakan Brasil dengan memanggil perwakilan duta besarnya di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"40 orang meninggal setiap hari akibat narkoba. Belum lagi ada di antaranya yang merupakan ibu hamil dan pecandu narkoba," lanjut Yasonna.
"Sama seperti kita, ada beberapa negara yang mengajukan protes seperti Brazil dan Belanda. Itu adalah hak Presiden Brasil dan Raja Belanda menuntut dan meminta (pengampunan) kepada Indonesia," kata mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
"Dengan segala hormat kami tidak mempunyai kesenangan untuk menghilangkan jiwa orang lain tapi persoalannya adalah itu hukum positif kita."
Jangan Berlebihan
Mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengatakan, pemerintah dengan kewenangan yang dimilikinya jangan terlalu luas melalukan ekspose kepada 'si tereksekusi'. Menurutnya, hukuman mati bukanlah suatu yang menyenangkan.
"Saya tidak ingin bicara yang telah terjadi. Tapi mengekspose orang yang tereksekusi menjadi tontonan maut dan kematian itu kurang beradab," kata Amir kepada CNN Indonesia.
Menurutnya, biarlah kabar kematian para tereksekusi tersiar sewajarnya dan tidak melulu dipublikasikan dengan segala macam detail kejadian lantaran perlu ada kesadaran bahwa pihak keluarga membuthkan ketenangan.
"Itu sudah menjadi pembelajaran, sekarang bagaimana membuat tenang pihak keluarga." (pit/obs)