"Kami minta AirAsia untuk mengikuti jalannya operasi hingga Basarnas menutup operasi nantinya," kata Lukas Joko, perwakilan keluarga korban, yang ditemui seusai konferensi pers di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Rabu (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi tidak dihentikan, operasi masih tetap dilakukan dengan waktu dua hari jeda untuk mengisi bahan bakar dan menyegarkan diri," kata Soelistyo saat jumpa pers.
Dia mengatakan hingga saat ini keluarga Lukas yang menjadi korban musibah QZ8501 belum diketahui identifikasi atau penemuan jenazahnya.
"Keluarga saya sudah dicurigai ada di Surabaya tapi belum teridentifikasi hingga saat ini. Namun, kami optimis korban akan terus ditemukan," kata Lukas.
Salah satu keluarga korban lainnya yang tak mau disebutkan namanya mengatakan harapannya agar pihak Basarnas terus melakukan operasi pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
"Saya rasa akan tetap dibantu Basarnas seperti yang disampaikan Kepala Basarnas tadi. Kami akan terus berupaya mencari keluarga kami,"katanya ditemui di Gedung Basarnas.
Hingga kini, sebanyak 92 jenazah dari 162 penumpang QZ8501 belum juga ditemukan. Sementara itu, jenazah yang sudah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur hingga Selasa (27/1) lalu berjumlah 55 jenazah, terdiri dari 23 perempuan dan 32 laki-laki. (utd/obs)