Meski belum mengungkapkan waktu dan tempat eksekusi, Jaksa Agung HM Prasetyo membocorkan dari mana saja para terpidana mati tersebut berasal. Salah satunya ada yang berasal dari Indonesia.
"Ada dari Prancis, Ghana, Brasil, Filipina, dan Australia, lalu ada juga seseorang yang lahir di Cordoba, Spanyol. Serta ada satu orang Warga Negara Indonesia juga yang akan dieksekusi," ujar Prasetyo saat Kejaksaan Agung melakukan rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Rabu (28/1).
Namun saat dikonfirmasi terkait nama dan jumlah dari para terpidana tersebut Prasetyo bungkam tidak mau membocorkan informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Prasetyo mengungkapkan eksekusi mati terhadap dua anggota Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan tidak akan dilakukan di Bali. Dia mengatakan menghargai kearifan lokal di sana dan akan mencari lokasi lain untuk melakukan eksekusi.
Medio Januari lalu, enam terpidana mati dieksekusi mati. Terhadap lima diantaranya dilakukan di Bali sedangkan satu terpidana di eksekusi di Boyolali. Pro dan kontra soal eksekusi mati ini kembali mengemuka setelah adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang bakal menolak seluruh grasi terpidana mati yang dalam perkara narkotik.
Baca juga liputan khusus: Detik-detik Maut Lima Terpidana di Depan Regu Tembak
(sip/sip)