"Jika pertemuan Samad dengan politisi benar terjadi, sebenarnya secara etika itu tidak benar. Masa ada pertemuan sampai enam kali. Itu bisa dikatakan sebagai abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan)," ujar Fadli kepada para wartawan.
Dengan kekuatan besar yang dimiliki KPK, potensi orang-orang di dalam lembaga tersebut untuk menyalahgunakan posisi akan semakin besar muncul. Apalagi, menurut Fadli, KPK saat ini sudah dipandang sebagai salah satu lembaga kuat dan memiliki kepercayaan tinggi dari masyarakat Indonesia.
Politisi Gerindra itu pun mengatakan, dengan wewenang KPK yang begitu besar maka pimpinan lembaga antirasuah itu seharusnya bukanlah seorang manusia biasa. "KPK sebagai institusi yang bagus mungkin harusnya diisi malaikat. Kalau manusia biasa pasti susah. Ada tendensi power tends to corrupt, absolute power, karena KPK itu sedikit absolut, ya pasti corrupt absolutely," ujar Fadli menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami saat ini ingin menggali lebih lanjut keterangan-keterangan yang ada. Kami kumpulkan fakta-fakta, mengawasi proses hukum yang berlangsung, agar tidak ada pelanggaran lain yang muncul," jelas Fadli menambahkan. (sip)