"Wah hebat banget saya! Saya tidak tahu," ujar Yasonna yang didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2) malam seusai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Yasonna, surat kaleng tersebut telah merekayasa fakta. "Itu tampaknya enggak benar. Enggak ada nama penulisnya. Kalau dia tanggung jawab, kasih nama penulisnya," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpandangan, surat kaleng ini bagai memancing di air keruh. "Bisa saja terjadi. Ini kan ada orang mancing di air keruh. Kita kan enggak tahu apa-apa soal praperadilan. Kita dibilang ikut mendesain. Hebat banget gue!" ujar Yasonna yang mengaku telah melaporkan ke Jokowi soal surat kaleng ini.
Sebelumnya, awak media yang bertugas di gedung KPK dikagetkan oleh kedatangan surat kaleng yang diantarkan seorang petugas jasa antar kirim barang, Rabu siang (11/2). Surat tersebut terbungkus amplop putih dengan kop surat berlambang logo Aneka Beach Hotel, Bali.
Alamat serta tujuan penerima yakni para wartawan di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kav C-1, Jakarta Pusat. Di dalam amplop tersebut terdapat selembar kertas dengan isi tulisan berbunyi:
"Kepada: Para Wartawan di KPK. Kami baru saja mendapat informasi dari family kami di Jakarta bahwa hasil sidang praperadilan Budi Gunawan ternyata sudah disetting oleh Bpk Tedjo, Hasto & Yasona Laoly, dan hasilnya dimenangkan oleh Budi Gunawan, tolong berita ini disebarluaskan. Terima kasih."
(obs/obs)