Mulai akhir pekan kemarin, Jokowi telah bermalam di Istana Bogor. Ia selalu pulang ke Istana Bogor sekalipun siang harinya berkegiatan di Istana Kepresidenan Jakarta. Agenda Jokowi minggu ini terbagi antara di Istana Bogor dan Istana Merdeka. Senin (16/2) misalnya, Jokowi untuk pertama kalinya menggelar rapat terbatas dan rapat paripurna kabinet di Istana Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bima Arya melaporkan tentang kesiapan Bogor jika Pak Jokowi ingin menggunakan fasilitas Istana Bogor lebih sering,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Merdeka, Jakarta. Andi pun kini ikut wara-wiri seiring pilihan Jokowi menjadi komuter seperti sebagian penduduk Bogor yang bekerja di Jakarta.
Suasana sejuk dan nyaman di Istana Bogor disebut menjadi alasan kepindahan Jokowi. “Jokowi lebih suka lingkungan terbuka. Jadi karakter beliau cocok dengan Istana Bogor,” ujar Andi.
Ia menegaskan Presiden tak hendak mempersulit warga Bogor, termasuk soal rute lalu lintas di sekitar Istana Bogor. “Ada jalur tertentu yang disiapkan Pemerintah Kota Bogor untuk Presiden, termasuk jika nanti ada kunjungan rombongan dalam jumlah besar ke Istana Bogor,” kata Andi.
Sebelumnya, Wali Kota Bima Arya pun menyinggung hasil perbincangannya dengan Jokowi soal lalu lintas. Menurutnya, Jokowi masuk ke Istana Bogor lewat jalan belakang, bukan gerbang utama Istana di depan yang terletak di pertigaan Jalan Jalak Harupat.
Politikus PAN itu juga menyampaikan dukungan Jokowi dalam menata kota Bogor, baik dari segi lalu lintas, perbaikan taman kota serta trotoar, serta soal pedagang kaki lima. Rute angkot pun akan diubah agar tak menumpuk di pusat Kota Hujan itu.
Angkutan kota bakal dikonversi menjadi TransPakuan, sedangkan angkot akan menjadi feeder. Pemkot Bogor pun tengah mengkaji pemberlakuan jalur searah di sekitar Istana Bogor yang terletak di dalam Kebun Raya Bogor. (agk)