Peneliti LPTI Pelataran Mataram, Husein Asyari memaparkan delapan kementerian tersebut di antaranya adalah Kementerian ESDM (70 persen), Kementerian Dalam Negeri (69 persen), Kementerian Perhubungan (68 persen), Kementerian Kelautan dan Perikanan (65 persen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (65 persen), Kementerian Perdagangan (64 persen), Kementerian Hukum dan HAM (61 persen), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (58 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sependapat dengan Husein, pengamat politik dari AirMob Nurfahmi Budi Prasetyo menilai bangunan manajemen komunikasi yang dimiliki Jokowi sedikit rapuh, mengingat tidak adanya juru bicara kepresidenan seperti yang dimiliki Soesilo Bambang Yudhoyono.
Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, faktor turunnya tren positif Jokowi adalah karena Jokowi tidak lagi fokus terhadap prioritas kerja yang termaktub dalam Nawacita-nya, misalnya revolusi mental dan poros maritim dunia.
Sementara berbeda dengan Jokowi, kementerian yang ada di jajaran kabinet pemerintahan lebih berfokus pada program-program prioritas yang diusung Jokowi-JK, berdasar hasil penelitian tersebut.