"Saya agak terkejut juga. Yang jelas tidak pernah ada pengambilan hard disk," kata Denny, sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Media Kemenkumham Fitriadi Agung Prabowo, penyidik sempat hendak mengambil unit CPU dan hard disk di ruangan Denny, namun unit yang dicari sudah diambil oleh Denny sejak dia kelar menjabat Wakil Menteri Hukum dan HAM.
Denny Indrayana telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Minggu (22/3). Penetapan itu dilakukan setelah polisi mengusut laporan yang dikirimkan oleh Andi Syamsul Bahri, Selasa (10/1).
Dalam laporan bernomor LP/166/2015/Bareskrim itu, Denny dituduh melakukan korupsi dalam proyek pembuatan paspor secara elektronik di Kementerian Hukum dan HAM pada 2014.
Saat itu, penetapan tersangka diputuskan berdasarkan gelar perkara di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim yang dilaksanakan Minggu (22/3). (meg)