“Damai, damai di bumi,” demikian ucapan yang terlontar dari bibir Leo ketika tiba-tiba bertemu Idrus di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan terakhir yang cukup telak ialah putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Timur yang menangguhkan Surat Keputusan Menkumham terkait pengesahan Golkar Agung. Semua itu membuat upaya kubu Agung ‘mengambil’ Golkar dari Ical bagai kembali ke titik nol.
Simak kisruh tak berujung Golkar di FOKUS: Giliran Ical di Atas Angin
Sebelum menjadi politikus, Idrus memang lebih dulu dikenal sebagai akademisi. Ia meraih gelar doktor ilmu politik dengan predikat cum laude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Demokrasi Setengah Hati: Studi Kasus Elite Politik di DPR RI 1999-2004.’
Idrus pun pernah meraih predikat dosen Terbaik di Universitas Islam Attahiriyah, Jakarta, pada 1987. Dia juga sempat menjadi dosen di Universitas Tarumanegara (1985-1993), dan Univeristas 17 Agustus 1945 Jakarta (1985-1992). Saat ini Idrus bahkan masih menjadi dosen pascasarjana di Universitas Negeri Jakarta.
Namun dunia politik pun tak bisa lepas dari Idrus. Alih-alih menghindari dari hiruk-pikuk kisruh Golkar, Idrus hari ini kembali menyatakan akan meminta bantuan aparat polisi apabila ada pihak yang melanggar putusan PTUN Jakarta Timur soal Golkar. (agk)