Rencananya, hari ini, Jumat (10/4), MKD akan melakukan rapat pimpinan guna mencari jadwal pemanggilan kepada dua anggota dewan yang terlibat keributan termasuk para saksi.
"Besok kami akan lakukan rapim untuk menjadwalkan agenda MKD sepekan kedepan, termasuk insiden kemarin. Pekan depan mulai kami usut," kata Ketua MKD Surahman Hidayat, kepada CNN Indonesia, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita versi Mulyadi yang akhirnya angkat bicara mengenai insiden pemukulan yang terjadi di lorong Komisi VII DPR. Mulyadi mengklaim kejadian yang terjadi pada Rabu petang kemarin adalah murni penganiayaan yang dilakukan oleh Anggota fraksi Partai Persatuan Pembangunan Mustofa Assegaff.
Kemudian, ia pun menceritan kronologis kejadian yang menyebabkan adanya luka lebam di bagian tulang pipi kanan, dan di pelipis mata kirinya. Ia menceritakan mulai dari kejadian Mustoffa menunjuk-nunjuk pimpinan Komisi VII, pada saat diingatkan mengenai batas waktu penyampaian saran fraksi.
"Mustofa menyampaikannya berapi-api selama 10 menit, di tatib kan hanya 3-5 menit. Saya mengingatkan untuk dipercepat. Tapi beliau menunjuk-nunjuk ke arah pimpinan. Semua terkejut," jelas Mulyadi.
Setelah itu, lanjut Mulyadi, Mustoffa pun diam dan kemudian rapat kerja Komisi VII bersama dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pun dilanjutkan. Tinggal dua atau tiga fraksi lagi unuk memberikan pertanyaan, lanjut Mulyadi, dirinya mengaku keluar dari ruang rapat dan bertolak ke toilet.
"Saya tidak tahu beliau (Mustofa) keluar karena melihat saya keluar atau bagaimana, tapi beliau memukul seperti preman, membabi buta seperti itu," jelas Mulyadi. (pit)