Dia mengungkapkan, sejumlah pimpinan DPRD sudah setuju untuk tidak mengajukan HMP tersebut. Hanya saja, ada dua orang pimpinan yang masih bermasalah, yaitu M. Taufik dan Abraham "Haji Lulung" Lunggana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menambahkan, Jokowi telah meminta kepada dirinya dan juga teman-teman dari fraksi lain untuk lebih fokus dalam pekerjaan perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Menurut Ahok, Jokowi telah menghubungi semua fraksi tersebut agar menjamin APBD 2016 sesuai dengan elektronik Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan serta elektronik budgeting.
"Pak Jokowi minta kami dan teman-teman yang ada di NasDem, Hanura, PAN, PKB dan Golkar, yang tadi langsung ditelfon, untuk sama-sama memfokuskan diri dan bekerja menjamin APBD 2016 sesuai dengan e-musrenbang dan e-budgeting," katanya.
"HMP juga Pak Jokowi sudah bilang jika PDI Perjuangan tidak akan meneruskannya," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Sebelumnya, Ahok sempat dipertemukan dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi setelah diundang oleh Presiden Indonesia Joko Widodo ke Istana Negara, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut ditetapkan, jika Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPRD tidak akan mengajukan hak menyatakan pendapat (HMP) kepada sang gubernur.
Ahok yang ditemui di Balai Kota pasca pertemuan mengatakan pembicaraan yang dilakukan berlangsung layaknya teman karena memang ketiganya merupakan teman lama. Ahok pun menegaskan bahwa Jokowi memutuskan jika Fraksi PDIP tidak mungkin mengajukan HMP. (meg)