Kabareskrim: Kebocoran Soal UN Libatkan Orang Percetakan

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Rabu, 15/04/2015 18:30 WIB
Kabareskrim: Kebocoran Soal UN Libatkan Orang Percetakan Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional manual dengan kertas ujian di SMA Negeri 1 Jakarta, 13 April 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menyebut ada satu orang dari pihak percetakan yang terlibat dalam kasus dugaan pembocoran soal Ujian Nasional.

"Kemungkinan melibatkan satu oknum percetakan. Ini sedang didalami," ujar Budi Waseso di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (15/4).

Menurut Budi, dugaan tersebut muncul berdasarkan penelusuran penyidik. Namun dia belum bisa menyebut siapa oknum yang diduga membocorkan soal UN itu karena penyidik belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.


Budi menyatakan pembocoran soal UN diduga hanya dilakukan oleh per orangan. Belum ada tanda-tanda jaringan terorganisir terlibat dalam kasus ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melaporkan kasus kebocoran soal UN ke Polri. "Dari informasi itu kami langsung bekerja menelusuri, dan sampai sekarang masih diikuti tim,” kata Budi.

Dia juga menyebut tim tersebut sudah melakukan penggeledahan. Namun Budi enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai penggeledahan itu.

"Ada (penggeledahan) di beberapa tempat yang dicurigai di Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengaku mengetahui ada kebocoran soal UN pada Senin pagi (13/4). Saat itu dia tengah meninjau UN di Sekolah Luar Biasa Negeri 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Soal UN yang bocor tersebut diunggah oleh sebuah akun Google. "Menurut catatan kami, soal yang bocor itu diunggah pada Sabtu (11/4)," kata Anies dalam konferensi pers di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan.

Simak selengkapnya di FOKUS: Bocornya Ujian Nasional Tahun Ini

Anies kemudian langsung menelepon pihak Google dan mengirimkan surat resmi pada Senin sore. "Saya minta agar segala akses menuju soal UN yang bocor itu ditutup. Dalam waktu dua jam, soal UN yang bocor itu sudah tidak bisa diakses," kata dia.

Mengenai dugaan penggunaan fasilitas internet dalam menyebarkan soal yang dibocorkan, Budi Waseso mengatakan telah menugaskan tim kejahatan cyber untuk menelusuri jejak pelaku. (agk/agk)