“Saya dan teman-teman peduli buruh migran amat menyesalkan kabar kematian itu. Mereka dipancung oleh pemerintah Saudi tanpa dapat dicegah oleh pemerintah Republik Indonesia,” kata Een dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, langkah Saudi yang mengeksekusi mati ibunya kala itu pun masih meninggalkan duka an trauma mendalam sampai saat ini. “Tidak bisa saya bayangkan bagaimana perasaan anak-anak Siti Zaenab. Air mata saya kembali menetes,” kata Een.
Een berpendapat ancaman hukuman mati yang dihadapi ratusan buruh migran Indonesia di luar negeri merupakan tantangan berat bagi pemerintahan Jokowi. “Saatnya pemerintah mengambil langkah cerdas dan serius!” ujar dia.
Putri TKI itu menuntut Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri untuk menjadikan isu perlindungan TKI sebagai agenda prioritas dalam strategi hubungan internasional RI.
“Perlu ada peguatan diplomasi perlindungan buruh migran Indonesia melalui diplomasi tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi,” kata Een.
Ia berharap masyarakat Indonesia dapat bergerak bersama menyelamatkan TKI seperti yang sebelumnya terjadi pada Wilfrida, TKI di Malaysia yang akhirnya selamat dari hukuman mati.
Simak selengkapnya di FOKUS: Nasib Siti Dipancung di Saudi
Selasa (14/4), Siti Zaenab dieksekusi mati karena menusuk perut majikannya ketika dia djambak, dipukuli, dan dicekik oleh sang majikan. (Baca: Kronologi Siti Zaenab hingga Dihukum Mati di Saudi)
Kamis kemarin (16/4), giliran Karni dipancung akibat membunuh anak majikannya yang berusia empat tahun dengan cara disembelih saat tidur. (Baca Kemlu: TKI Karni Sembelih Anak Majikan, Disorot Luas di Saudi)
Duta Besar Arab Saudi untuk RI Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan pemerintah RI memang memprotes soal tidak adanya notifikasi terkait waktu pelaksanaan eksekusi mati TKI, namun tidak memprotes soal eksekusi mati itu sendiri.
Mustafa mengatakan akan menghubungi pemerintahan negaranya untuk mencari segala informasi yang diperlukan pemerintah RI. (Baca Dubes Saudi: Indonesia Protes soal Notifikasi, Bukan Eksekusi) (agk)