Gubernur Ahok Akui Suka Bir Pletok

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 20/04/2015 09:00 WIB
Gubernur Ahok Akui Suka Bir Pletok Gubernur DKI Ahok saat blusukan ke lokasi pembangunan jalur inspeksi di bantaran Kali Mookervart, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (9/4). (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan kesukaannya minum bir pletok yang tak lain adalah minuman khas Betawi.

Ungkapan kesukaan itu dilontarkan sang Gubernur sesaat setelah ia menghadiri acara Pagelaran Seni Budaya Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Rasanya (bir pletok) top pokoknya," kata Ahok sambil tersenyum di Setu Babakan, Minggu (19/4). (Baca juga: Buruknya Kondisi Balai Betawi Dinilai Tanggungan Kontraktor)

Sebelum menyampaikan pidato di hadapan warga, Ahok meminum habis segelas penuh bir pletok yang telah disediakan panitia penyelenggara dalam sekali teguk. Cuaca panas saat acara berlangsung jadi alasan Ahok meminum habis segelas pletok dengat cepat dan tandas.


Minuman asli Betawi ini tak mengandung alkohol di dalamnya. Justru sebaliknya, minuman itu justru bermanfaat buat kesehatan. Bir pletok dibuat dari berbagai rempah yaitu sereh, kapulaga, jahe gajah, kayu manis dan kayu secang.

Dalam kesempatan yang sama, Ahok juga menyampaikan harapannya agar sanggar-sanggar budaya Betawi dapat melatih warga untuk bisa membawakan musik khas Betawi dengan jumlah personel yang sedikit. Termasuk melestarikan panganan dan minuman khas Betawi agar tetap bisa diperkenalkan kepada generasi muda. (Baca juga: Ahok Ingin Perluas Setu Babakan)

Selain berniat melestarikan pletok, suami Veronica Tan itu ingin membawa-bawa seniman musik khas Betawi ke beberapa acara. Namun hal itu terkendala oleh banyaknya personel yang dibutuhkan dalam mementaskan kebudayaan Betawi itu. 

"Jadi kami harapkan makin banyaknya kegiatan-kegiatan (kesenian) Betawi seperti ini bisa dibuat minimal jumlah orangnya, dan instrumen musik tertentu bisa dimasukkan untuk dimainkan di keyboard," kata Ahok. (Baca juga: Ahok Naik Pitam di Setu Babakan)

Ahok sempat meluapkan kekecewaannya saat blusukan ke lokasi pembangunan proyek Balai Betawi di Setu Babakan. Ia marah ketika mengetahui banyaknya kekurangan pada proyek pembangunan Balai Betawi yang telah dilakukan sejak 2012.

Dalam blusukannya, Ahok menyoroti tidak adanya air di kolam dalam Balai, kebocoran di beberapa sisi gedung, dan buruknya kualitas kayu yang terpasang pada bangunan Balai Betawi tersebut. Ia pun menuduh pihak kontraktor telah 'bermain' dalam mengerjakan pembangunan di selatan Jakarta itu. 

"Saya bilang ini terlalu banyak pembiaran. Harusnya kalau ada pembangunan rumah budaya seperti ini harus diisi. Jadi tidak boleh cuma memikirkan proyek bangun atas nama Betawi tapi tidak dipakai. Coba saja lihat berantakan seperti itu padahal uangnya habis Rp 100 miliar lebih," kata Ahok. 

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, kualitas pembangunan gedung yang berdiri di atas lahan seluas 32 hektar itu memang dapat dikatakan buruk. Terlihat beberapa sisi bangunan telah bocor. Selain itu, kayu-kayu yang terpasang sebagai alas bangunan banyak yang sudah bengkok karena tidak terpasang dengan benar. (Baca juga: Jelang KAA, Ahok Tak Pusing Citra Jakarta Buruk karena Macet)

"Ini tidak mungkin kolamnya kosong, coba sudah berapa kali hujan di sini. Masa kolamnya enggak ada air begini. Ini (kolamnya) pasti bocor. Tidak benar ini," ujar Ahok.

Rencananya, kompleks Balai Betawi tersebut akan digunakan sebagai lokasi pergelaran budaya-budaya Betawi jika sudah selesai dibangun. Proses pembangunan Balai direncanakan selesai pada 2015 ini.

(pit/pit)