Ahok, sapaan Basuki, menyatakan lokalosasi prostitusi legal di Jakarta tak bakal dibangun karena ada penolakan kuat dari masyarakat ibu kota. “DPRD dan masyarakat tidak memberikan izin,” kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Toko minuman keras bisa saja dibuka. Khusus untuk toko tertentu. Izin sedang kami kaji. Jadi nanti seperti di luar negeri, orang dewasa bisa masuk ke toko khusus minuman beralkohol, orang di bawah umur tak bisa,” kata Ahok.
Menteri Perdagangan sebelumnya telah mengemukakan rencana untuk mengeluarkan aturan baru berupa surat izin khusus distributor untuk toko yang menjual minuman beralkohol di Indonesia.
Menurut Gobel, usulan untuk mengatur bisnis minuman beralkohol itu sudah mendapat persetujuan dari pelaku industri. Gobel mengutip pertemuannya dengan produsen bir Bintang, Minggu (19/4).
"Mereka sepakat untuk mengatur kembali sistem distribusi baru yang bisa dikontrol oleh pengusaha dan pemerintah," ujar Gobel dalam konferensi pers World Economic Forum di Jakarta, Selasa kemarin (21/4).
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham 23,34 persen di PT Delta Djakarta –produsen bir merek Anker, San Miguel, Carlsberg, dan Kuda Putih. Dua pemegang saham Delta Djakarta lainnya ialah San Miguel Malaysia (saham mayoritas 58,33 persen) dan publik sebesar 18,33 persen. (Baca: Delta Djakarta Bakal Sulit Optimalkan Penjualan Bir) (agk)