Prabowo: Silakan Ahok Beri Izin Penjualan Minuman Beralkohol

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 15:53 WIB
Prabowo: Silakan Ahok Beri Izin Penjualan Minuman Beralkohol Ilustrasi minuman beralkohol. (Pixabay/kbatx)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji pemberian izin khusus bagi toko tertentu untuk menjual minuman keras pasca dilarangnya penjualan minuman beralkohol golongan A di minimarket atau toko eceran, tak dipersoalkan oleh sebagian anggota DPRD DKI Jakarta.

Persetujuan antara lain diberikan oleh Prabowo dari Fraksi Gerindra. “Sejauh toko khusus itu hanya menjual minuman beralkohol ya tidak masalah, tapi tidak boleh dicampur dengan objek jualan lain. Jadi khusus menjual minuman keras saja,” kata Prabowo Soenirman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Prabowo, izin berjualan minuman beralkohol dapat diberikan selama tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Perdagangan, sebab Peraturan Menteri tingkatannya di atas Peraturan Gubernur. (Lihat: Tiga Titah Larangan Penjualan Bir Menteri Gobel)


Selain harus memperhatikan Peraturan Menteri, pengawasan ketat terhadap izin pembelian miras di toko khusus minuman beralkohol juga harus diberlakukan. “Selama ini juga sudah dibatasi bahwa umur di bawah 17 tahun tidak boleh membeli miras,” kata Prabowo.

Politikus yang pernah melontarkan umpatan kepada Ahok itu berpendapat pemberian izin menjual miras kepada toko-toko khusus tidak harus melalui penerbitan Peraturan Daerah maupun Peraturan Gubernur yang baru.

“Perda minuman keras kan sudah ada. Jadi menggunakan izin itu saja, tapi tokonya hanya untuk menjual miras," ujar Prabowo.

Ucapan Prabowo itu senada dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. “Toko minuman keras bisa saja dibuka. Khusus untuk toko tertentu. Jadi nanti seperti di luar negeri, orang dewasa bisa masuk ke toko khusus minuman beralkohol, orang di bawah umur tak bisa," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, pagi tadi.

Minuman beralkohol dilarang dijual di minimarket setelah masyarakat mengeluh penjualan minuman itu sudah mulai mengganggu dan tak sesuai ketentuan. (agk/agk)