Ahok Akan Izinkan Toko Khusus Miras di Luar Mal

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Jumat, 24/04/2015 15:43 WIB
Ahok Akan Izinkan Toko Khusus Miras di Luar Mal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama marah ketika mengunjungi kawasan proyek Balai Betawi di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/4). (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan toko khusus minuman beralkohol nanti bukan hanya berada di dalam pusat perbelanjaan. Toko itu juga akan ada di luar pusat perbelanjaan pembatasan pembeli dan pengunjung.

"Iya (toko khusus minol akan berada di luar mal juga). Tapi tokonya khusus, kalau masuk ke situ kamu harus berusia 21 tahun ke atas dan mau masuk ke sana kamu pasti minum atau beli," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/4).

Menurut Ahok, asosiasi produsen minuman beralkohol juga meminta keberadaan toko khusus miras di Indonesia pasca diberlakukannya pembatasan distribusi miras melalui Peraturan Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu. (Baca juga: Fahira Kritik Keras Rencana Ahok Izinkan Toko Khusus Miras)

Ia juga mengaku telah mengkonsultasikan konsep toko khusus miras tersebut ke Kementerian Perdagangan sampai saat ini. "Konsultasi sudah. Itu dari asosiasi juga minta," ujar Ahok.


Sebelumnya, Ahok mengatakan bahwa niatnya untuk memberikan izin berjualan minuman keras (miras) ke toko khusus di DKI Jakarta tidak akan melanggar pembatasan jual minuman beralkohol yang telah dikeluarkan Menteri Perdagangan.

Bahkan, Ahok mengklaim rencananya untuk memberi izin berjualan miras kepada toko khusus di Jakarta sejalan dengan rencana Menteri Gobel. "Menteri Perdagangan juga ingin menyediakan tempat-tempat khusus untuk menjual minuman keras," kata Ahok.

Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan larangan penjualan minuman beralkohol golongan A atau yang memiliki kadar alkohol di bawah lima persen mulai 16 April ini. Menteri Perdagangan mengatakan telah membicarakan hal tersebut kepada pengusaha minimarket.

Larangan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Langkah ini diambil karena adanya keluhan masyarakat tentang penjualan minuman beralkohol di minimarket sudah mulai mengganggu dan tidak sesuai ketentuan. (Baca juga: Kontroversi Toko Miras Ahok) (sur/sur)