Menteri Susi: Illegal Fishing Dikomandoi Puluhan Perusahaan

Abraham Utama | CNN Indonesia
Selasa, 28 Apr 2015 11:52 WIB
Perusahaan tersebut memperkerjakan banyak anak buah kapal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan peta perairan Indonesia yang dikeluarkan Mabes TNI kepada Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (27/4).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan penangkapan ikan secara tidak sah merupakan tindak kriminal yang terjadi secara global. Kriminalitas tersebut terjadi di berbagai perairan di seluruh dunia dikomandoi hingga 20 perusahaan.

"Illegal fishing merupakan sindikat besar, bisnis besar di seluruh dunia. Bukan cuma di Indonesia, Myanmar atau Thailand, tapi terjadi seluruh dunia. Pelakunya sebetulnya tidak lebih dari 20 perusahaan," kata Susi di rumah dinasnya, Jakarta, Senin (27/4).

Sindikat besar ini, kata Susi, mempekerjakan begitu banyak anak buah kapal dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Kementeriannya dan institusi yang memiliki kompetensi di bidang pelayaran dan ketenagakerjaan, katanya, belum mampu mendeteksi kapal apa saja tempat anak buah kapal asal Indonesia bekerja.(Lihat Juga: Budak Indonesia di Kapal Asing)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait kasus Thunder, kapal terduga pencuri ikan yang ditemukan tenggelam di perairan Afrika Barat awal April lalu, Susi juga belum mendapatkan data soal ada tidaknya ABK asal Indonesia.

"Who knows? Persoalannya siapa yang tahu? Tidak ada yang tahu. ABK asal Indonesia itu ada 210 ribu jumlahnya. Mungkin saja ada yang bekerja di Thunder. Mungkin juga ada yang di Kunlun," katanya.

Serupa dengan Thunder, Kunlun merupakan kapal pencuri ikan yang dicari oleh interpol. Kapal berbendera Thailand ini ditangkap otoritas Australia Maret lalu. Susi berkata, ABK asal Indonesia ditemukan bekerja di kapal ini.

Kapal Thunder tenggelam di perairan Afrika Barat pada Senin (4/4). Rencananya, mereka akan mendarat di sebuah pelabuhan di Gulf of Guinea hari Selasa (7/4). (Baca Juga: FAO: 'Kapal Neraka' Digerakkan Perusahaan Pencuri Ikan)

Kapal ini telah dicari Interpol karena dugaan penangkapan ikan ilegal sejak dua tahun lalu. Pihak Interpol menduga kapal tersebut sengaja menenggelamkan diri karena sudah kehabisan bahan bakar dan hendak menghilangkan barang bukti. (utd)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER