Mantan Atasan: Yosep Tak Mengeluh Soal Kasus Benjina

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 13:01 WIB
Mantan Atasan: Yosep Tak Mengeluh Soal Kasus Benjina Ratusan ABK asing yang diduga menjadi korban perbudakan oleh perusahan perikanan di Benjina, Maluku. (Dok. Pusdatin Kementerian Kelautan dan Perikanan). (Pusdatin Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Benjina tewas di Hotel Treva, Sabtu (21/4) kemarin. Dia tengah memegang dua kasus, illegal fishing dan perbudakan kapal yang diduga dilakukan oleh Kapal Pusaka Benjina Resources.

Mantan atasan Yosep, Mukhtar A.P.I mengaku dirinya dan Yosep, atau yang biasa dipanggilnya Bang Oce, dekat layaknya saudara. Hanya saja, dalam pembicaraan sampai beberapa saat sebelum Yosep ditemukan tewas, Mukhtar mengaku tidak ada khusus kasus Benjina yang kini sedang ditanganinya.

“Tidak ada itu dia cerita khusus soal kasus yang ditanganinya. Kami hanya bercerita macam-macam lah. Kalau pun soal kerjaan, ya paling secara umum saja,” kata Mukhtar saat berbincang dengan CNN Indonesia, Selasa (21/4). (Baca juga: Yosep Penyidik Kasus Benjina Dikenal Tegas dan Disiplin)


 Sejauh yang Mukhtar ketahui selama menjadi atasannya, Yosep adalah pekerja yang profesional. Dia berusaha bekerja sebaik-baiknya. “Selama saya jadi atasannya, tugas yang saya berikan selalu dikerjakan dengan baik. Dia pun menjalankan petunjuk yang saya berikan,” tukasnya.

Selama bekerja dan berkawan dengan Yosep, Mukhtar mengaku Yosep adalah orang yang cermat dalam berbicara. Dia akan menyampaikan apa yang perlu disampaikan, dan dia akan menahan hal yang sekiranya tidak perlu orang lain tahu.

‘Ya kalau soal pekerjaan ya umum lah dia cerita, kalau ada tekanan, atau apa dari sana-sini. Tetapi tidak pernah dia cerita khusus soa Benjina. Kalau tahu secara umum soal Benjina ya saya tahu, tapi kalau sampai detail ya tidak, Bang Oce tak pernah cerita ke saya soal itu,” tuturnya. (Baca juga: Yosep Penyidik Benjina Ujung Tombak Lawan Illegal Fishing)

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyebutkan bahwa Yosep adalah saksi penting dalam kasus Benjina. Hanya saja, dirinya tidak ingin berasumsi apa penyebab kematian anak buahnya itu. Semua menunggu hasil visum dan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. 

Polisi kini tengah menyelidiki sebab kematian Yosep. Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Arie Dharmanto mengatakan, keberadaan Yosep di Jakarta dalam rangka penyelidikan kasus perbudakan dan pencurian ikan yang dilakukan kapal Pusaka Benjina Resources. (Baca juga: Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina)

Untuk menguak tewasnya Yosep, Polres Jakarta Pusat telah memeriksa tiga orang saksi sembari menunggu hasil autopsi dari rumah sakit yang diperkirakan bakal keluar sekitar dua pekan.

"Tiga orang saksi yang kami periksa karyawan hotel," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja kepada CNN Indonesia, Selasa (2/4).

Saat menemukan Yosep tewas di kamar hotel, polisi, menurut Tatan tak menemukan luka serius. Memang ada luka memar di pipi Yosep. Namun polisi yakin bukan luka memar itu yang jadi penyebab kematian

Kapal Pusaka Benjina Resources diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi Kepulauan Aru, Maluku. Kasus perbudakan pertama kali diungkap oleh media asing Associated Press (AP) dalam investigasinya yang berjudul "Are slaves catching the fish you buy?" pada 25 Maret 2015. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut. (Baca juga: Menteri Susi Sebut Yosep Saksi Penting Kasus Benjina) (hel)