Polisi Tunggu Evaluasi Google untuk Tentukan Tersangka UN

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2015 16:07 WIB
Polisi Tunggu Evaluasi Google untuk Tentukan Tersangka UN Kepala perwakilan Ombudsman NTB, Adhar Hakim (kiri) menunjukkan temuan lembar kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA saat menggelar jumpa pers di kantor Ombudsman NTB di Mataram, Rabu (15/4).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri masih mendalami kasus kebocoran soal Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas (UN SMA) yang yang berlangsung dua pekan lalu. Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkapkan jika pihaknya saat ini masih menunggu hasil evaluasi yang sedang dilakukan Google.

Menurut Budi, penyidik memang sudah bisa menemukan jaringan yang digunakan pelaku saat mengunggah soal tersebut. Namun dirinya mau lebih memastikan dari hasil evaluasi Google tersebut.

"Kami sedang menunggu hasil evaluasi dari Google. Artinya, jaringan yang digunakan memang sudah ditemukan tapi kami ingin lebih konkret lagi apa yang telah dimuat Google tersebut," ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/4).


Budi menambahkan hasil dari Google tersebut akan mendukung barang bukti yang sebelumnya telah penyidik Bareskrim temukan. Hal tersebut dilakukan agar nantinya tidak ada yang berpikir jika kasus tersebut dipaksakan. (Baca Juga: FOKUS Bergerak Menuju Regu Tembak)

Sayangnya, saat ditanya apakah sudah ada tersangka dalam kasus UN ini, Budi lagi-lagi mengatakan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Dia berkukuh jika penyidik masih menanti hasil evaluasi yang dilakukan Google sebelum menetapkan nama tersangka.

"Sedang menunggu hasil evaluasi yang dilakukan Google. Jadi nanti tidak ada yang berpikir ini dipaksakan atau tidak," ujarnya. "Hasil evaluasi Google itu akan mendukung barang bukti yang sekarang sudah kita temukan."

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melaporkan kebocoran UN SMA kepada Bareskrim Polri, pada Rabu pekan lalu. Selain melaporkan ke pihak kepolisian, Anies juga mengirimkan surat kepada Google untuk memblokir akses atas dokumen-dokumen UN yang bocor dan tersimpan di Google Drive.

Terkait laporan ini, kepolisian telah melakukan penggeledahan di Percetakan Negara dan mengadakan pemeriksaan terhadap 13 saksi. Pengusutan sempat terkendala pemblokiran yang diajukan oleh Anies. Namun, Budi memastikan, penyidik sudah dapat kembali mengakses data yang diperlukan berkat kerjasama dengan Google.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Google, Jason Tedjasukmana mengatakan pihaknya telah memblokir akses atas dokumen UN yang ada di Google Drive setelah menerima permintaan Mendikbud.

"Kami sangat prihatin mengetahui Google Drive telah disalahgunakan untuk menyimpan bocoran soal Ujian Nasional. Setelah menerima permintaan pemerintah, kami mengambil langkah cepat dengan memblokir akses," kata Jason kepada CNN Indonesia. (utd/utd)