"Investigasi MA sudah diputus dari dua bulan yang lalu. Pak Ketua bilang sudah tinggal disampaikan. Kami mendesak harusnya cepat disampaikan ke publik untuk edukasi," kata komisioner KY Imam Anshori Saleh ketika ditemui di Gedung MA, Jakarta, Selasa (19/5). MA sendiri belum dapat terkonfirmasi ihwal desakan ini hingga Rabu pagi (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KY juga telah memeriksa sedikitnya enam orang yang diduga mengetahui ihwal modus dan peristiwa pertemuan tersebut. "Yang sudah diperiksa ada pihak yang bertemu di rumah makan," kata Imam.
Ia mengungkap pertemuan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor untuk bosnya yang terjerat kasus suap ruislag hutan Bogor. Menurut Robin, pertemuan antara Swie Teng dan Hakim Timur dilakukan lebih dari satu kali.
"Ada pertemuan di Hotel Sultan sebanyak dua kali antara Pak Cahyadi (Swie Teng) dengan Hakim Timur," ujar Robin di hadapan Majelis Hakim Tipikor. Kendati demikian, Robin mengaku tidak mengetahui materi pertemuan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Dikonfirmasi secara terpisah, pengacara Swie Teng bernama Rudy Alfonso menuturkan kliennya belum pernah dipanggil baik oleh KY maupun MA terkait pertemuan tersebut. "Kalau memang tidak terkait, kenapa harus diperiksa?" katanya ketika ditemui di Pengadilan Tipikor, Rabu (13/5).
Rudi berdalih, kliennya memiliki hubungan dekat dengan Hakim Timur sebagai sesama jemaat gereja. Hakim Timur dianggap sebagai orang yang dituakan dan disegani di gereja tempat Swie Teng beribadah. (rdk)