Setelah teriakan itu, oknum tersebut lantas menggunakan senjata khusus anggota TNI untuk menikam Jopi. "Oknum tersebut membawa pisau di ruang publik, kami jelas takut dengan arogansi tersebut. Kami marah benar sampai dia menikam Jopi," ujar Ronald di Ruang Pengaduan Komnas HAM, Jakarta, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti menyayangkan belum ada perubahan Undang-Undang Militer secara melembaga dalam menangani kasus yang melibatkan anggota militer dengan pihak sipil. Untuk itu, Siti meminta proses peradilan dilakukan secara terbuka, sehingga publik bisa memantau kasus tersebut.
(Baca:Angkatan Laut Benarkan Oknumnya Diduga Bunuh Aktivis Jopi)
Sebelumnya diberitakan, aktivis pegiat lingkungan dan masyarakat adat Jopi tewas ditikam dari belakang oleh pelaku tak dikenal. Penikaman itu terjadi di depan sebuah kafe di Kemang Selatan, Jakarta, Sabtu dini hari (23/5).
Menurut keterangan saksi, Jopi awalnya hanya berniat menengahi cekcok yang terjadi antara saksi dengan pelaku. (rdk)