Menurutnya, karena alasan ini pula HW mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama, Rabu (20/5). "Tidak hadir karena sakit, sakitnya di Singapura dan kami hanya dikirimi surat dokter," ujarnya.
Meski demikian, Viktor mengaku tidak takut tersangka tersebut melarikan diri di luar negeri. "Kalau tidak datang tinggal dijemput untuk dibawa ke Indonesia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Kepolisian belum berani menyebut identitas lengkap dari HW, ramai diberitakan tersangka tersebut adalah Honggo Wendratno, pemilik lama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
"Belum bisa datang, penasihat hukumnya bilang setelah tanggal 29," kata Viktor pekan lalu.
Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka selain HW, yakni RP dan DH. Disebut-sebut sebagai salah seorang tersangka, bekas Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas, sekarang SKK Migas) Raden Priyono menyangkal.
Sejak Mei 2009 hingga Maret 2010, TPPI tercatat menjual kondensat bagian negara dari BP Migas. Pada prosesnya, penjualan itu justru menimbulkan piutang sebesar US$ 160 juta atau Rp 2 triliun.
Viktor juga sempat menyebutkan BP Migas seharusnya sudah mengetahui sejak 2009 TPPI adalah perusahaan tidak sehat. Dengan demikian, seharusnya BP Migas tidak menunjuk perusahaan tersebut karena tidak memenuhi syarat untuk ditunjuk sebagai mitra penjualan. (pit)