Gojek: Kami Tak Bersaing dengan Ojek Pangkalan

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Jumat, 12/06/2015 21:13 WIB
Gojek: Kami Tak Bersaing dengan Ojek Pangkalan Pengemudi Gojek mengantarkan penumpangnya. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- General Manager of Corporate Relations Gojek Sam Diah menyatakan pihaknya hadir untuk membantu pengemudi ojek pangkalan, dan bukan sebaliknya bersaing dengan mereka.

"Yang paling utama kami sampaikan adalah kami bukan hadir untuk berkompetisi dengan pengemudi ojek pangkalan," kata Sam Diah dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Jumat (12/6).

Bentuk bantuan yang diberikan Gojek kepada para pengojek menurutnya adalah dengan meningkatkan penghasilan mereka dengan bantuan teknologi. Tak hanya itu, para pengojek ini juga mendapat santunan kecelakaan dan jaminan asuransi kesehatan.


"Pengemudi Gojek adalah orang-orang yang sangat produktif. Bukan hanya melayani kebutuhan transportasi, tetapi juga melayani kebutuhan belanja dan kiriman kurir," katanya.

Sampai saat ini, kata Sam Diah, Gojek masih membuka kesempatan bagi pengemudi ojek pangkalan untuk bergabung.

Persaingan antara pengemudi Gojek dengan pengemudi ojek pangkalan memang tidak dapat dihindari. Diakui oleh Rahmat Arifianto, salah satu pengemudi Gojek, terkadang timbul perselisihan antara ojek pengkalan dan pengemudi Gojek.

Untuk menghindari hal itu, Rahmat mengatakan dirinya lebih memilih untuk tidak menunggu orderan di pangkalan ojek. "Saya lebih memilih beristirahat di pinggir jalan yang sepi atau di musala," kata Rahmat kepada CNN Indonesia. (Baca juga: Ahok: Ojek Jadi Solusi Bagus Hadapi Kemacetan Jakarta)

Oleh karena itu ia berharap ke depan pengelola Gojek memperbanyak shelter khusus pengemudi Gojek untuk menghindari "gesekan" antara pengemudi Gojek dan pengemudi ojek pangkalan. "Supaya kami bisa lebih leluasa beristirahat," kata Rahmat.

Rahmat sendiri mengaku penghasilannya meningkat setelah bergabung dengan Gojek. "Rata-rata dapat penambahan penumpang sebanyak lima orang setiap harinya," katanya.

Di sisi lain, Jono, pengemudi ojek pangkalan di sekitar Jakarta Selatan, mengaku enggan bergabung dengan Gojek. Pasalnya, ia tidak mau bila penghasilannya dipotong sebagian untuk Gojek.

"Kalau saya lihat, tarifnya juga lebih murah daripada ojek pangkalan. Keuntungannya sedikit," katanya. (Baca juga: Ahok Tak Akan Peduli Keluhan Macet Warga Ibu Kota)

Beberapa kali, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memuji konsep Gojek. Menurutnya, Gojek membantu pemerintah melatih pengemudi ojek menjadi lebih tertib. Ahok juga menyarankan agar pengemudi ojek lainnya ikut bergabung dengan Gojek.

Namun Ketua Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menilai saran Ahok agar tukang ojek bergabung dengan Gojek keterlaluan dan memalukan.

"Beliau sebagai Gubernur seyogyanya menjalankan dan mengimplementasikan ketentuan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan," kata Shafruhan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6). Dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tersebut diatur soal angkutan umum orang dan barang.

Menurut Shafruhan, sepeda motor bukan diperuntukkan untuk angkutan umum orang dan barang. Karena itu, pernyataan Ahok itu dinilai menabrak aturan yang ada. (sur)