Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan dengan ini POM TNI telah menahan sekitat sembilan orang oknum yang diduga terlibat dalam perkelahian tersebut. (Baca juga: Pesan Ryamizard ke Prajurit: Jangan Pernah Tempeleng Rakyat!)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak boleh berkata sekarang karena jika saya berkata artinya saya mengganggu proses penyidikan," ujarnya.
Fuad menambahkan jika pemeriksaan awal kasus tersebut memang dilakukan di DenPOM Solo. Meski begitu, kerja dari DenPOM tetap ada di bawah Pusat POM TNI. Dengan itu semua, maka pelimpahan berkas kasus ke auditur tidak dilakukan oleh angkatan masing-masing melainkan oleh PusPOM.
"Jika kasus terjadi di internal angkatan maka dilaksanakan (pemeriksaan oleh) POM angkatan sendiri. Angkatan Darat oleh POM AD, Angkatan Laut oleh POM AL, dan Angkatan Udara oleh Angkatan Udara," ujarnya.
"Jika kasus itu terjadi antar-angkatan atau antara TNI dan masyarakat, maka POM TNI yang akan menyelesaikan," kata Fuad.
Sebelumnya, Minggu malam (31/5), empat anggota TNI AU terlibat perkelahian dengan beberapa personel Kopassus Grup II Kandang Menjangan di sebuah kafe di daerah Sukoharjo, Surakarta. Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes TNI AU, tewas dalam kejadian itu.
Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Doni Monardo melalui pernyataan tertulisnya membenarkan keterlibatan anggotanya. Lima anggota Kopassus yang masih dirahasiakan namanya itu telah diserahkan ke Detasemen Polisi Militer IV/4 Surakarta. (sip)