"Kalau kita tidak buat salah ya tak perlu merasa takut dikiriminasilisasi. Justru kalau ada ancaman, kita akan lebih hati-hati," ujar Imam ketika dihubungi CNN Indonesia, di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Imam, tercatat pejabat publik lain yang turut mendaftar yakni Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo. Alasan serupa menjadi pemantik Johan untuk tetap bertahan di lembaga tersebut. Sementara itu, berdasar informasi yang diterima dari panitia seleksi, terdapat pejabat setingkat eselon I dari unsur Polri yang telah mendaftarkan diri.
Pendaftaran baik secara online melalui surat elektornik maupun manual melalui kantor panitia di Sekretariat Negara, masih dibuka hingga 3 Juli mendatang. Selanjutnya, nama pelamar yang lolos seleksi akan diumumkan. Panitia pun membuka ruang partisipasi masyarakat untuk mengkritik dan memberi masukan sejak 4 Juli hingga 3 Agustus 2015.
Kemudian, makalah kompetensi diri bakal diterima pansel hingga 8 Juli dan diumumkan pada 15 Juli. Selanjutnya, pada tanggal 27 dan 28 Juli setiap calon yang lolos akan diuji profilnya (profile assessment). Mereka yang lolos seleksi ini, akan diumumkan pada 12 Agustus dan diminta mengikuti tes kesehatan pada tanggal 18 Agustus. Tahapan terakhir, wawancara, akan dilangsungkan pada tanggal 24 hingga 27 Agustus 2015. (Baca juga: BW: Capim KPK dari TNI dan Polri Rentan Konflik Kepentingan)
Setelah pansel mengantongi sejumlah nama, kemudian pihaknya akan menyerahkan nama-nama tersebut ke Presiden. Lalu, presiden menyodorkan nama ke DPR untuk diuji kelayakan dan kepatutan. Apabila lolos, para kandidat akan dilantik oleh presiden. (sur)