Ahok Izinkan Warga Luar Jakarta Tinggal di Rusunawa Terpadu
Lalu Rahadian | CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2015 11:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, rumah susun sewa (rusunawa) yang akan dibangun terintegrasi dengan 12 pasar tradisional diperuntukan bagi warga kurang mampu. Tak perlu membayar sewa, penghuninya nanti cukup membayar iuran pemeliharaan lingkungan.
Pembangunan rusunawan terintegrasi pasar ini dilakukan untuk membantu warga ibu kota yang belum punya rumah. Tingginya harga rumah dan tanah di ibukota membuat banyak warga Jakarta yang belum punya hunian tetap.
"Mereka yang tersingkir karena mau sewa apartemen mahal, mau kost keluarga enak nggak? Makanya kami mau menyediakan, di atas pasar-pasar kami, apartemen yang tidak disewakan dan hanya membayar iuran pemeliharaan lingkungan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (26/6).
Tapi bukan hanya warga yang punya KTP Jakarta, mereka yang berasal dari sekitar Jakarta namun bekerja di Jakarta juga diperkenankan Ahok tinggal di rusunawa itu. (Baca juga: Djarot: Rumah Susun jadi Prioritas Pembangunan Jakarta 2017)
"Dengan begitu warga bisa hemat tidak perlu kredit mobil, tidak habiskan bensin, mengurangi macet, dan kehidupan keluarga akan lebih baik," kata Ahok.
Pasar tradisional yang ada saat ini akan direnovasi dan dipadu dengan rusunawa sekelas apartemen. 12 pasar tersebut adalah Pasar Rumput, Pasar Sunter, Pasar Minggu, Pasar Serdang, Pasar Blok G Tanah Abang, Pasar Sindang, Pasar Sukapura, Pasar Jelambar Polri, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, dan Pasar Grogol. (Baca juga: Ahok Siapkan 7000 Unit Rusunawa untuk Pekerja)
Dalam pembangunan apartemen terintegrasi pasar tersebut, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menjadi penanggung jawab tunggal. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga diketahui memiliki niat membangun apartemen di dua lokasi pasar tradisional di Jakarta. (sur)
Pembangunan rusunawan terintegrasi pasar ini dilakukan untuk membantu warga ibu kota yang belum punya rumah. Tingginya harga rumah dan tanah di ibukota membuat banyak warga Jakarta yang belum punya hunian tetap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan begitu warga bisa hemat tidak perlu kredit mobil, tidak habiskan bensin, mengurangi macet, dan kehidupan keluarga akan lebih baik," kata Ahok.
Dalam pembangunan apartemen terintegrasi pasar tersebut, Pemprov DKI Jakarta tidak akan menjadi penanggung jawab tunggal. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga diketahui memiliki niat membangun apartemen di dua lokasi pasar tradisional di Jakarta. (sur)