Ahok mengatakan, kedatangannya dalam acara yang diselenggarakan Bazis merupakan kali kedua. Tahun lalu, dirinya hadir dalam acara serupa dan membayar zakat sebesar Rp 25 Juta. Dalam sambutannya Ahok mengatakan pembayaran zakat bagi warga muslim dinilai masih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok juga mengatakan dengan penggunaan non tunai dirinya bisa mempunyai data siapa-siapa saja penerima dan pemberi zakat. Dia juga akan mendata siswa yang menerima zakat tapi sekaligus mempunyai Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurutnya, bantuan yang diterima dari KJP lebih besar dibandingkan dengan zakat.
Meski tidak hadir, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut membayarkan zakat sebesar Rp 25 Juta. Dari nama yang diumumkan, ada juga penyaluran zakat dari Sekretaris Daerah Saefullah senilai Rp 30 juta.
Tak ketinggalan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI juga ikut memberikan zakat lewat Bazis DKI. Misalnya, Dinas Sosial Rp 20 juta, Satuan Polisi Pamong Praja Rp 30 juta, dan Dinas Pelayanan Pajak Rp 50 juta. (rdk)