BNPB: Gunung Raung Pernah Dua Kali Meletus Besar di Masa Lalu

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2015 11:28 WIB
Atas riwayat tersebut, pemerintah mempersiapkan gladi peta dan pelatihan mengacu kepada rencana kontijensi riwayat letusan Gunung Raung di masa lalu. Sejumlah warga lereng Gunung Raung mendapat pembagian masker di Desa Sumber Wringin, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (4/7). (AntaraFoto/ Reno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan saat ini sedang mempersiapkan pelatihan gladi peta dan pelatihan yang mengacu kepada dokumen rencana kontijensi riwayat letusan Gunung Raung, Jawa Timur, di masa lalu. Dari dokumen tersebut, tercatat Gunung Raung pernah meletus besar dua kali, yakni pada 1953 dan 1956.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah terus melakukan antisipasi terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung.

"BNPB bersama BPBD dan unsur lainnya telah melakukan rakor kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Raung," kata Sutopo saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (10/7). (Baca Juga: Pemerintah Tutup 5 Bandara Akibat Debu Vulkanik Gunung Raung)


Berdasarkan data BNPB, aktivitas vulkanik di Gunung Raung mulai tampak sejak 1902 di mana terdapat kerucut di dasar kawah pada 16 Februari. Lalu, tahun-tahun berikutnya, aktivitas fisik meningkat seperti diantaranya, gemuruh dan gumpalan asap. Aktifitas tersebut terus konstan terjadi pada 1936, 1937, 1938, 1939 dan diikuti dengan letusan abu mulai 1940an. (Lihat Juga: Sebaran Erupsi Gunung Raung Hingga ke Selatan Perairan Bali)

Pada 1944, aliran lava di dasar kawah keluar sejak Januari hingga November. Lalu, pada 1953 terjadi letusan pertama kali setinggi 6 kilometer pada Januari hingga Maret dengan abu menyebar dengan radius sampai 200 km.

Letusan kedua kembali terjadi pada 1956 dengan ketinggian mencapai 12 kilometer pada 19 Februari disertai dengan dentuman selama empat jam. Abu menyebar sampai Bali dan Surabaya. Setelah itu, aktivitas fisik di Gunung Raung terus meningkat. (Baca Juga: BNPB: Nasib Gunung Raung Tak akan Seperti Sinabung)

"Pada 1973, hampir seluruh permukaan dasar kawah tertutup aliran lava dari kerucut yang ada di dasar bawah. Letusan abu dan lontaran pijar juga semakin meningkat setelah itu," ujar Sutopo.

Meski telah meletus hebat sebanyak dua kali, tidak ada korban jiwa yang dihasilkan dari letusan tersebut hingga detik ini. (utd/utd)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK