Menurut Ketua DPR Setya Novanto, Pacquiao hendak mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menunda hukuman mati terhadap Mary Jane Fiesta Veloso, terpidana mati kasus narkoba yang warga senegaranya. (Baca: Kisah Mary Jane Saat Dicegat dan Ditarik dari Grup 9 Terpidana Mati)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pacquiao telah tiba di Indonesia sejak Selasa (7/7). Sebelum bertemu Mary Jane pagi tadi, Kamis kemarin (9/7) Pacquiao berada di Semarang, Jawa Tengah, untuk syuting iklan jamu produk Indonesia.
“Mewakili seluruh rakyat Filipina, saya memohon dan mengetuk pintu hatimu yang baik, agar Yang Mulia mau memberikan grasi kepada Veloso dan menyelamatkan nyawanya dari eksekusi mati,” kata Pacquiao seperti dilansir GMA Network.
Pacquiao yang saat itu hendak bertarung melawan Floyd Mayweather memanfaatkan momen tersebut untuk bicara soal Mary Jane.
“Tuan Presiden, 2 Mei saya akan bertarung di Las Vegas, Nevada, melawan Mayweather dalam pertarungan yang dikatakan sebagai pertarungan terbesar abad ini. Bagi saya, akan menjadi dorongan moral yang sangat besar jika perbuatan kecil saya ini bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” ujar Pacquiao.
Terlepas dari kekalahannya dari Mayweather, Pacquiao melaksanakan niatnya untuk menyambangi Mary Jane. Di Lapas Wirogunan, mereka bercakap-cakap selama setengah jam, berdoa bersama, dan bertukar cenderamata. (agk)