Syamsudin mencontohkan sulitnya pembebasan lahan di dua kelurahan di Jakarta Selatan, yakni Kelurahan Gandaria Selatan dan Cipete Selatan. Di kedua kelurahan tersebut, rencananya akan dibangun dua stasiun, yaitu Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Haji Nawi, dengan jumlah koridor sebanyak 10 buah. (Baca Juga: MRT Masih Menanti Pembongkaran Stadion Lebak Bulus)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang mengupayakan pembebasan lahan di kawasan tersebut. Kemarin sudah ada 23 pemilik tanah yang sudah setuju dengan harga yang kami tawarkan," kata Syamsudin kepada CNN Indonesia saat ditemui di kantornya. (Lihat Juga: Persoalan Transportasi Umum Kusut Sejak 30 Tahun)
"Nanti, kami akan mengadakan pertemuan lagi dengan para pemilik tanah," kata Syamsudin. (Baca Juga: BenQ Melirik Bisnis di Balik Pembuatan MRT Jakarta)
Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengaku percaya kalau pihak Pemprov DKI Jakarta akan segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan tersebut. Meskipun, tenggat waktu yang ditentukan untuk pembebasan lahan telah jatuh pada Desember 2013 lalu.
"Mereka sedang berupaya sekuat tenaga, sekarang kami tetap optimis," kata Dono kepada CNN Indonesia.
Ia mengaku pihaknya juga tengah mengupayakan beberapa langkah teknis untuk mengatasi keterlambatan pembebasan lahan sampai pembongkaran Stadion Lebak Bulus yang juga tak kunjung kelar.
"Teknis rekayasa engineering sedang kami siapkan. Memang tidak mudah tapi tidak mustahil," ujarnya. (utd)