Berdasarkan data dari pihak Kepolisian Republik Indonesia, sejak H-7 hingga H+7 Lebaran, terdapat sebanyak 2.985 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 628 korban meninggal dunia, 1.028 orang luka berat dan 3.808 orang luka ringan. Dari jumlah korban tersebut, Tulus mengatakan 75 persen diantaranya adalah pengguna sepeda motor. (Lihat Juga: Ada 11 Orang Tewas dan 35 Luka dalam Kecelakaan di Palikanci)
"Oleh karena itu, kami mendesak Kementerian Perhubungan dan Polri untuk menekan tingginya penggunaan sepeda motor sebagai sarana mudik. Sungguh aneh bin ajaib jika Kemenhub mengklaim mudik Lebaran 2015 dinyatakan berhasil," kata Tulus melalui pernyataan kepada CNN Indonesia, Minggu (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, selama mudik Lebaran, jumlah kendaraan yang melanggar adalah sebanyak 13. 719 kasus, terdiri atas 221 bus, 996 mikrolet, 143 metromini, 453 taksi, 646 kendaraan barang, 1.547 mobil pribadi dan 9.713 sepeda motor.
"Merak-Bakauheni atau Ketapang-Gilimanuk lancar. Waktu tunggu enggak panjang," ucap Jonan di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (17/7).
Ia juga menilai arus mudik melalui Bandara Soekarno Hatta dan menggunakan kereta api juga tergolong normal dan lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski mengakui jumlah kecelakaan lalu lintas Lebaran masih banyak terjadi, namun Jonan tetap mengkalim mudik tahun ini secara umum lebih baik dibanding 2014 lalu. (utd)