Jokowi Bakal Tanya Minat Singapura soal Batam

Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2015 09:43 WIB
Jokowi Bakal Tanya Minat Singapura soal Batam Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas membahas otonomi daerah di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/7). dalam rapat tersebut juga membahas peraturan pemekaran 84 daerah serta persiapan Pemilukada serentak pada Desember 2015. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura pagi ini. Dalam kunjungannya, dia dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, untuk membahas detail penanganan Pulau Batam, Kepulauan Riau dan wilayah sekitarnya.

"Saya kira saya akan fokus bicara masalah penanganan Batam, Bintan, Karimun karena memang bertahun-tahun kita tidak konsentrasi ke sana. Padahal ada sebuah potensi yang bisa diangkat, diharapkan nanti ada kesepakatan," ujar Jokowi di Base Op Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (28/7).

Dia menjelaskan, jika dalam pertemuan nanti akan ada permintaan pengembangan, baik itu dalam sektor industri ataupun pariwisata, maka hal itu diharapkannya dapat direalisasikan.


"Kalau memang kira-kira ada minat untuk pengembangan ya mau kita seperti apa, maunya Singapura seperti apa. Tapi menurut saya yang terpenting pengembangan di Batam dan sekitarnya harus dilanjutkan. Jangan sampai stuck terlalu lama," katanya.

Jokowi menegaskan akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam pengembangan Batam pada saat berbicara dengan Lee, nanti. Artinya, Indonesia harus memiliki daya tawar yang kuat jika ingin serius mengelola daerah kepulauan tersebut.

"Artinya harus punya bargaining yang kuat kita kalau mau serius ke sana. Kalau enggak mau, saya kira banyak lainnya yang antre," ujar Jokowi.

Dalam kunjungan kenegaraan itu, Presiden diagendakan untuk bertemu para pebisnis asal Singapura untuk menyampaikan kondisi perekonomian di Tanah Air, terutama peluang investasi negara yang bisa dimasuki investor asing seperti pelabuhan, power plant, jalan tol, dan infrastruktur.

"Saya tidak mau jualan sumber daya alam," kata dia.

Sejumlah menteri ikut mendampingi Presiden dalam kunjungan kenegaraan ini, di antaranya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Selain itu, turut mendampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dan anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki.

Sebelumnya, sebagai persiapan kedatangan Jokowi ke Singapura, Menteri Sofyan secara khusus menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Singapura Lim Hng Kiang. Dua pejabat negara tersebut melakukan pertemuan membahas poin-poin yang akan dibahas oleh kedua kepala negara tersebut.

"Rapat persiapan Presiden akan pergi ke Singapura tanggal 28 mendatang. Ini akan menjadi bahan lebih lanjut pembahasan mengenai pembicaraan Pak Presiden dengan Singapura," ujar Sofyan saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/7).

Dalam pertemuan tersebut terbentuk enam kelompok kerja yang mewakili enam sektor yang menjadi andalan antara lain sektor pariwisata, investasi dan pertanian yang diwakili oleh delegasi Singapura, serta sektor transportasi dan tenaga kerja yang diwakili oleh delegasi Indonesia. (meg/meg)