Bursa Ketua Umum PBNU Makin Ketat, KH Idrus Ramli Ikut Maju

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Senin, 03/08/2015 15:52 WIB
Bursa Ketua Umum PBNU Makin Ketat, KH Idrus Ramli Ikut Maju Suasana pembahasan Tata Tertib (tatib) Muktamar NU ke-33 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persaingan untuk menduduki kursi ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) makin menarik. Rais Syuriah PCNU Kencong, Jember, Jawa Timur KH Idrus Ramli menyatakan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU 2015-2020. KH Idrus Ramli menyatakan niatnya untuk maju dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Muktamar NU, Jombang, Senin (3/8).

KH Indrus Ramli mengaku dirinya berani maju setelah melakukan istikharah sebagaimana petunjuk dan nasihat para kiai yang dekat dengannya. “Ini dasar saya,” katanya. Selain hasil istikharah, KH Idrus Ramli mengaku bercita-cita menjadikan NU sebagai poros Aswaja Indonesia dan dunia. "Saya kan menjadikan pendidikan dari pesantren sekolah-sekolah NU menjadi pemimpin,” katanya sebagaimana dikutip dari NU Online.

Dengan majunya KH Idrus Ramli, maka sudah ada lima nama yang disebut-sebut bakal maju untuk memperebutkan kursi ketua umum PBNU. Mereka adalah pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Salahuddin Wahid alias Gus Solah, Wakil Ketua PBNU As'ad Said Ali, Muhammad Adan mantan Ketua PWNU Jawa Tengah dan petahana Said Aqil Siroj.


BACA FOKUS: Kabar dari Dua Muktamar

Sementara untuk pemilihan ketua umum (tanfidz), disepakati untuk memakai metode pemilihan langsung. Setiap wilayah dan cabang masing-masing akan memiliki satu suara.


Setelah deadlock, Muktamar Nahdlatul Ulama akhirnya menyepakati mekanisme pemilihan Rais Am atau pimpinan tertinggi di tubuh Pengurus Besar NU. Usulan menggunakanahlul halli wal aqdi sepakat untuk dihapus.

Menurut Sekretaris Panitia Pusat Muktamar NU ke-33 Syahrizal Syarif, kesepakatan terjalin setelah Pejabat Rais Am NU Mustofa Bisri bertemu dengan seluruh petinggi PBNU, Pengurus Wilayah NU, Rais wilayah NU dan para kiai sepuh.

Hasilnya disepakati bahwa Rais Am PBNU dalam Muktamar ke-33 ini akan dipilih oleh para Rais Wilayah NU. "Rais Am itu pimpinan tertinggi para kiai sehingga yang memilihnya juga para kiai," kata Syahrizal kepada CNN Indonesia.

Jumlah para rais wilayah ini ada sekitar 500 orang. Nantinya mereka akan rapat secara tertutup untuk memilih sendiri Rais Am. Saat ini Rais AM PBNU dijabat oleh Mustofa Bisri. Ia menggantikan Sahal Mahfudz yang wafat pada Januari 2014 lalu.

Setelah diputuskan bahwa Rais Am NU dipilih oleh para rais wilayah, maka dinyatakan pembahasan tata tertib Muktamar NU ke-33 sudah selesai. (hel)




BACA JUGA